Berita Bener Meriah

Dewan Dan Pemkab Bener Meriah Sepakat Lindungi Petani dan Kopi Gayo

Darwinsyah menyebutkan, ada beberapa poin yang menjadi penekanan dalam pertemuan itu, di antaranya mengantisipasi masuknya kopi dari luar daerah.

Dewan Dan Pemkab Bener Meriah Sepakat Lindungi Petani dan Kopi Gayo
Dok Pribadi
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah sementara, Darwinsyah. 

 Darwinsyah menyebutkan, ada beberapa poin yang menjadi penekanan dalam pertemuan itu, di antaranya mengantisipasi masuknya kopi dari luar daerah. 

Laporan Budi Fatria | Redelong

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, bersama Pemerintah setempat, sepakat untuk melindungi petani dan kopi arabika Gayo.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah sementara, Darwinsyah, kepada Serambinews.com, Rabu (16/10/2019).

Menurut Darwinsyah, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkab Bener Meriah untuk membahas tentang nasib kopi arabika Gayo yang menjadi penghasilan utama masyarakat. 

3 Tahun Dipasung, Wabup Abdya Buka Rantai pada Kaki Penderita Gangguan Jiwa, Dibawa ke RSJ Aceh

Pemkab Aceh Selatan Sudah Siapkan Kantor Untuk UKK Imigrasi Tapaktuan, Urus Paspor jadi Lebih Dekat

Wabup Aceh Selatan Ajak Masyarakat Tolak Unjukrasa Anarkis, Jelang Pelantikan Presiden dan Wakilnya

Dalam pertemuan antara pemerintah dan legislatif, untuk membahas tentang keberlangsungan kopi arabika Gayo karena akhir-akhir ini diterpa kabar tak sedap soal adanya kontaminasi zat kimia glyphosate dari racun rumput. 

“Hasil pertemuan yang berlangsung di offroom setdakab, Selasa 15 Oktober 2019 kemarin, kami sepakat untuk benar-benar melindungi kopi Gayo,” kata Darwinsyah. 

Darwinsyah menyebutkan, ada beberapa poin yang menjadi penekanan dalam pertemuan itu, di antaranya mengantisipasi masuknya kopi dari luar daerah. 

 “Disinyalir, ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab membawa kopi dari luar dan di blending (dicampur) dengan kopi arabika Gayo.

Setelah dicampur, baru dikirim kembali ke luar daerah dengan merk kopi Gayo,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, poin kedua penekanannya terhadap pemakaian herbisida dan pestisida yang mengandung zat kimia.

“Untuk mengatur penggunaan bahan-bahan tersebut, harus dibuat peraturannya,” lanjut Darwinsyah. 

Salah satu hasil dalam pertemuan itu, Pemkab Bener Meriah, telah menyusun atau mengatur draf qanun perlindungan kopi arabika Gayo maupun perlindungan terhadap petani kopi. 

Dikatakan Darwinsyah, penyusunan draf qanun perlindungan kopi, di satu sisi mendesak, tetapi di sisi lain, tidak begitu mendesak, tetapi penting untuk segera dibuat. “Drafnya, masih di eksekutif. Belum sampai ke kita,” pungkasnya. 

Pertemuan membahas soal komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, selain dihadiri oleh Bupati Tgk H Sarkawi dan pihak legislative, juga diikuti sekitar 15 koperasi, serta dinas terkait.(*)

Penulis: Budi Fatria
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved