Kakek Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Sering Menahan Lapar, Hasil Kerjanya Tak Seberapa

Namun, sejak tahun 2018 hingga kini, ia tidak pernah lagi menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Kakek Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Sering Menahan Lapar, Hasil Kerjanya Tak Seberapa
(KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)
Kakek Germanus (67), warga Dusun Gehak Reta, Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, saat diwawancara awak media di gubuknya, Selasa (15/10/2019). 

Ia menceritakan, pada tahun 2017, ia sempat menerima bantuan uang sebesar Rp 500.000 dari pemerintah daerah.

Namun, sejak tahun 2018 hingga kini, ia tidak pernah lagi menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Saat ditanya sejumlah awak media terkait harapannya kepada pemerintah, kakek Germanus hanya diam merunduk.

Ia tetap fokus memecahkan kenari untuk dijual

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Sudah Tiga Hari Berturut-turut Loyo

SERAMBINEWS.COM - Kakek Germanus (67), warga Dusun Gehak Reta, Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, puluhan tahun hidup sebatang kara di gubuk tua.

Ia tinggal di gubuk yang berukuran 5x3 meter persegi.

Gubuk itu berlantai tanah, dinding pelupuh bambu, dan beratapkan seng.

Dinding gubuk itu sudah banyak berlubang.

Begitu pula dengan seng yang sudah lusuh dan berkarat.

Atap rumah itu sudah banyak lubang.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved