Breaking News:

Napi Pasok Obeng dan Gunting, Ditemukan Saat Penggeledahan Rutan

Petugas Sipir Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (16/10) menemukan obeng dan gunting

DOK/RUTAN LHOKSUKON
Sipir Cabang Rutan Lhoksukon, Aceh Utara menggeledah kamar napi dan tahanan, Rabu (16/10/2019). 

LHOKSUKON – Petugas Sipir Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (16/10) menemukan obeng dan gunting yang dipasok dalam kamar narapidana serta tahanan saat dilakukan penggeledahan selama satu jam setengah. Selain itu, sipir juga menemukan barang lainnya.

Penggeledahan itu dilakukan petugas atas instruksi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Aceh, sebagai upaya mengantisipasi kaburnya warga binaan seperti terjadi baru-baru ini di Sabang, dan Bireuen.

Seperti diketahui, tiga napi di Rutan Kelas IIB Sabang berhasil melarikan diri setelah menyerang dua sipir yang bertugas di rutan tersebut, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 12.30 WIB. Di tempat terpisah, tujuh tahanan Mapolsek Peusangan, Bireuen juga berhasil melarikan diri setelah merusak gembok pintu sel.

“Penggeledahan kita lakukan secara acak. Dari 12 kamar, enam diantaranya yang kita geledah dari pukul 09.00 sampai pukul 10.30 WIB,” ungkap Plt Kepala Cabang Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, Ramli SH kepada Serambi, kemarin.

Sebelum menggeledah seisi kamar, petugas juga memeriksa secara satu persatu warga binaan. Barang lain yang ditemukan petugas selain obeng dan gunting, juga handphone (HP), carger, headset, sendok serta garpu. Barang tersebut ditemukan sebagian di bawah bantal para tahanan. Kemudian petugas langsung menyita barang tersebut.

“Kita lakukan penggeledahan enam kamar secara acak, karena ruangan kita sempit. Jadi, saat kita geledah kamar mereka, semua warga binaan kita keluarkan. Lalu, kita periksa di pintu satu persatu untuk memastikan supaya tak ada barang yang dibawa keluar dari dalam kamar,” kata Ramli.

Penggeledahan itu dilakukan secara mendadak, dan dilakukan secara rutin dalam setiap bulan guna memastikan tidak ada barang-barang yang tak diizinkan. “Barang yang sudah kita amankan, untuk proses selanjutnya menunggu intruksi dari Kantor Wilayah guna pemusnahan,” pungkas Ramli.

Dari sembilan handphone yang ditemukan, dua diantaranya adalah android yang disembunyikan di celana dalam. “Kita panggil satu persatu untuk diperiksa, ada dua warga binaan yang gerak-geriknya mencurigakan. Lalu, petugas kita periksa dengan ketat, sehingga ditemukan dua handphone yang disembunyikan dalam celana dalamnya,” ujar Ramli.

Disebutkan, sedangkan obeng ditemukan di dekat dengan kolam ikan hias. Kemudian, untuk gunting ditemukan dalam kamar. Diharapkan kepada warga atau keluarga yang membesuk napi atau tahanan supaya tidak membawa barang yang dilarang. “Ini akan terus kita lakukan,” tutup Plt Kepala Rutan Lhoksukon, Aceh Utara.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved