Cadangan Migas Aceh

Unsyiah Bahas Cadangan Minyak dan Gas, Pantai Timur Aceh Berpotensi Lebih dari 5 Miliar Barrel  

Kegiatan yang melibatkan unsur kampus, industri, dan pemerintah Aceh itu diadakan di Aula Bappeda Aceh, Banda Aceh, Kamis (17/10/2019).

Unsyiah Bahas Cadangan Minyak dan Gas, Pantai Timur Aceh Berpotensi Lebih dari 5 Miliar Barrel   
For Serambinews.com
Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (HMTG Unsyiah) foto bersama seusai seminar nasional ‘Sumber Cadangan Migas (Minyak dan Gas) Baru di North Sumatra Basin dan Meulaboh Basin’ di Aula Bappeda Aceh, Banda Aceh, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (HMTG Unsyiah) mengadakan seminar nasional yang membahas ‘Sumber Cadangan Migas (Minyak dan Gas) Baru di North Sumatra Basin dan Meulaboh Basin’.

Kegiatan yang melibatkan unsur kampus, industri, dan pemerintah Aceh itu diadakan di Aula Bappeda Aceh, Banda Aceh, Kamis (17/10/2019).

Hadir sebagai pemateri seminar, Subsurface Manager at Triangle Pase Inc, Mirza Nur Ardhie, dan Exploration Manager at Tately NV and Zaratex NV, Ferry Bastaman Hakim.

Selain itu ada President Indonesia Business Unit Condrad Petroleum, Radian Zuhri Hartama, Kepala Divisi Evaluasi dan Pengembangan Lapangan BPMA, Muhammad Mulyawan.

Ketua HMTG Unsyiah, Anugrah Dwi Fandy Sagala dalam rilis yang diterima Serambinews.com, Kamis (17/10/2019) mengatakan, rangkaian kegiatan Geology Olympic’s Day (GOLD) itu telah berlangsung sejak 14-20 Oktober 2019. 

Aneka kegiatan yang diselenggarakan meliputi olimpiade kebumian, lomba fotografi, hingga geowisata.

“Kami berharap kegiatan ini berkontribusi bagi masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri, sehingga nantinya berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Prodi Teknik Geologi Unsyiah, Bambang Setiawan ST MEngSc PhD, yang menyebut kegiatan itu bentuk kepedulian Unsyiah terhadap isu migas terutama di Aceh.

Terlebih lagi sejak tahun 2003, Indonesia mengalami defisit migas. “Untuk itu dibutuhkan usaha untuk pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta mengeksplorasi kawasan-kawasan yang memiliki prospek cadangan hidrokarbon,” ucapnya.

Selama Dua Hari, 1.500 Peserta Ramaikan Job and Internship di Unsyiah

Nova Jamin Administrasi Mudah, Undang Pengelola Wisata ASEAN Datangkan Kapal Pesiar ke Sabang

Pengamat Migas Ridwan Nyak Baik: Belum Ada Survei Baru Migas Aceh

Bambang mengungkapkan, kawasan yang cukup menjanjikan saat ini yaitu cekungan Sumatra bagian utara atau North Sumatra Basin (NSB), yang sebagian besar wilayahnya berada di pantai timur Provinsi Aceh.Cekungan ini ditaksir mengandung potensi lebih dari 5 miliar barrel setara minyak bumi.

“Semoga kegiatan ini menjadi pertemuan efektif antara stakeholder migas, sehingga terbentuk kerja sama yang baik demi mengembangkan potensi migas Aceh,” harapnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah, Dr Alfiansyah Yulianur BC sangat mengapreasiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, migas Aceh harus dikelola dengan baik demi kemakmuran masyarakat. Terlebih lagi Aceh merupakan salah satu sumber migas terbesar di Indonesia. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved