Longsor Momok Lintas Barsela, Pusat Diminta Beri Perhatian Khusus

Jalan Nasional Banda Aceh-Tapaktuan yang merupakan jalur utama lintas barat selatan (Barsela) Aceh selama ini selalu terganggu

Longsor Momok Lintas Barsela, Pusat Diminta Beri Perhatian Khusus
Kendaraan melintasi titik bongkahan batu yang terancam tumpah ke badan jalan di lintas Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya 

MEULABOH - Jalan Nasional Banda Aceh-Tapaktuan yang merupakan jalur utama lintas barat selatan (Barsela) Aceh selama ini selalu terganggu dengan terjangan longsor yang terjadi di sejumlah titik, mulai Gunung Paro dan Kulu di Aceh Besar, hingga Gunung Geurute di Aceh Jaya. Untuk itu, pemerintah pusat diminta memberikan perhatian khusus terhadap ancaman ini dengan menyiapkan skenario penanganan permanen.

Hal itu disuarakan anggota DPRA, Zaenal Abidin kepada Serambi di Meulaboh, Jumat (18/10), menangapi seringnya longsor di kawasan Gunung Geurutee,  Aceh Jaya, serta Paro dan Gunung Kulu di kawasan Aceh Besar. "Longsor yang kerap terjadi di jalan nasional lintas barat selatan Aceh itu sangat mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan. Sebab, bebatuan yang runtuh dari tebing gunung sangat mengerikan dan bisa merenggut korban. Sehingga kita berharap penanganan secara permanen segera dilakukan oleh pemerintah pusat agar masyarakat yang melintas tidak lagi merasa resah dan was-was, terlebih pada musim hujan seperti sekarang ini," kata Zaenal Abidin.

Tak hanya keselamatan pengguna jalan, jelas Zaenal, longsor yang kerap terjadi di tiga gunung itu juga cukup berdampak terhadap aktivitas dan laju perekonomian masyarakat di wilayah pantai barat selatan Aceh. “Karena begitu terjadi longsor, mobilitas barang dan jasa pun tersendat. Ini tentu berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi,” ulasnya.

Ia mengakui, selama ini memang selalu ada penanganan pada setiap titik yang diterjang longsor. Namun, Zaenal menginginkan, penanganan bukan cuma saat longsor itu terjadi, tapi juga dilakukan sebelum kejadian dengan cara memetakan titik-titik yang berpotensi longsor dan langsung melakukan pencegahan. “Dengan adanya pencegahan tentu akan lebih baik karena tak ada longsor lagi ke depan di lintasan Jalan Nasional Banda Aceh-Tapaktuan tersebut,” ucapnya.

Di sisi lain, anggota DPRA, Zaenal Abidin juga mengusulkan agar jalan provinsi lintas Meulaboh (Aceh Barat)-Geumpang (Pidie) bisa dinaikkan statusnya menjadi jalan nasional. Hal itu bertujuan agar jalur pintas dari pantai barat ke pantai timur Aceh tersebut dapat ditangani oleh pemerintah pusat, mengingat besarnya biaya untuk peningkatan badan jalan.

“Jika mengandalkan APBA untuk peningkatan jalan lintas Meulaboh-Geumpang, tentu sangat tidak memadai, kecuali anggaran APBN. Jalan lintas tersebut juga sudah layak menjadi jalan nasional karena menghubungkan antarkabupaten,” ujar Zaenal Abidin kepada Serambi, Jumat (18/10).

Sejauh ini, beber dia, kondisi jalan provinsi itu masih sangat banyak butuh peningkatan, baik sisi badan jalan, titik rawan longsor seperti di kawasan Kubu Aneuk Manyak, dan hal lainnya. Selain itu, ucap dia, lintas tersebut juga butuh pengamanan badan jalan di titik tertentu, terlebih masalah penanganan longsor yang rentan terjadi saat musim hujan.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved