Senin, 13 April 2026

Berita subulussalam

Harimau Sumatera Masuk Perkebunan Warga Bawan Sultan Daulat, Petani Ketakutan Berkebun

Harimau ini terlihat saat siang bolong. ”Bukan jejak kaki saja, tapi ada warga yang melihat siang hari,” kata Andong Maha

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
(SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)
BANGKAI seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis) yang telah membusuk ditemukan, Senin (13/8/2007) silam di komplek Pabri Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Lestari Tunggal Pratama (LTP) Lae Kombih, Dusun Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam sebulan terakhir dilaporkan masuk ke areal perkebunan masyarakat Desa Bawan, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Kehadiran hewan dilindungi ini membuat  masyarakat terutama petani di Desa Bawan ketakutan beraktivitas di kebunnya.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Selasa (22/10/2019) satwa bertaring tajam tersebut mulai diketahui dari jejaknya.

KPH Wilayah III Aceh Kembali Amankan Arang Kayu Bakau Sekitar 6 Ton

Namun ada pula informasi bahwa warga turut melihat harimau sumatera ini berkeliaran di perkebunan setempat.

Harimau ini terlihat saat siang bolong. ”Bukan jejak kaki saja, tapi ada warga yang melihat siang hari,” kata Andong Maha

Dikatakan, warga yang melihat harimau itu adalah nelayan pencari belut.

Dia terkejut saat keluar dari kali setelah menyaksikan sosok harimau yang tak jauh dari lokasinya.

Beruntung harimau tidak melukai sang pencari belut tersebut.

Lokasi harimau yang dilihat langsung warga berada di Desa Bawan perkempungan lama.

Kemudian, untuk jejak kaki harimau ditemukan di areal pertanian dan perkebunan Bawan perkampungan baru.

Hingga Malam Hari, Petugas BPBD Simeulue Masih di Lokasi Tuntaskan Jembatan Darurat

Menurut Andong meski belum melukai hewan ternak, tapi dikabarkan harimau ini menerkam seekor anjing milik pemburu babi hutan yang berkeliaran di perkebunan warga.

Warga pun terutama petani di Desa Bawan dan sekitarnya mulai cemas untuk beraktivitas di kebun.

Apalagi, jarak kebun warga dengan perkampungan tidak begitu jauh sehingga juga dapat membahayakan hewan ternak mereka.

Sekadar informasi, Desa Bawan berbatasan dengan Desa Pasir Belo yang berada dekat kawasan hutan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Berkolaborasi Melawan Stunting Demi Masa Depan Aceh

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved