Breaking News:

Persiraja Mania

Mengubah Regulasi di Tengah Kompetisi adalah Tindakan tak Profesional,Begini Reaksi SKULL Persiraja

Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) sangat keberatan dengan keputusan terbaru PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), sebagai penyelenggara Liga 2 ..

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
SKULL Persiraja Banda Aceh. 

Mengubah Regulasi di Tengah Kompetisi adalah Tindakan tak Profesional,Begini Reaksi SKULL Persiraja

Laporan Jalimin | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) sangat keberatan dengan keputusan terbaru PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), sebagai penyelenggara kompetisi Liga 2, yang mengubah sistem laga babak 8 besar yang seharusnya memakai sistem kandang tandang (home away) menjadi sistem home turnament.

Ketua SKULL Teuku Iqbal Djohan, Kamis (24/10/2019) mengatakan perubahan sistem pertandingan dan lokasi venue itu sangat menciderai sportifitas sepakbola dan merusak citra PSSI sendiri. Menurut suporter setia Persiraja ini, seharusnya regulasi kompetisi yang sudah disepakati sejak awal musim dan sudah berjalan dengan baik di musim lalu tetap dipertahankan.

“Seharusnya PT LIB tidak memberi ruang perubahan regulasi yang sudah ada, ada kepentingan klub lain di sini yang ingin melegalkan segala cara untuk lolos ke Liga 1,” kata Iqbal Djohan.

Seperti diketahui, saat manager meeting bersama PT LIB dengan perwakilan klub peserta babak 8 besar, Rabu (23/10/2019) diputuskan, kompetisi babak delapan besar berubah dari sistem home away menjadi home tournament.

PT LIB Kangkangi Regulasi, Persiraja Dipaksa Bermain di Sidoarjo

Jadi Salah Satu Menteri Terkaya di Kabinet Jokowi, Ini Sumber Kekayaan Erick Thohir

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 63 Juta Lebih, Mahasiswa Asal Aceh Besar Diamankan Polres Pidie

“Kami yakin, setelah melihat hasil babak penyisihan, ada klub seperti Persiraja dan Persewar Waropen yang kuat di kandang, ada klub lain yang ketakutan dan berusaha mengubah regulasi ini. Jadi aturan bisa diubah setelah melihat peta kompetisi, ini jelas tindakan pengecut dan kami kecewa pada PT LIB memberi peluang dan akhirnya mengabulkan permintaan ini,” kata Iqbal Djohan.

SKULL menilai, selama ini Liga 2 sudah berjalan baik, sudah mampu menarik perhatian penonton dan pecinta sepakbola di tanah air.  Hal itu, dapat dilihat dari jumlah penonton yang hadir ke stadion setiap pertandingan selalu ramai. Kalau Liga diubah ke sistem home tournament akan banyak sekali suporter dan penonton yang kecewa.

“Kalau home tournament di tempat netral dipastikan stadion sepi, atmosfernya akan jauh berbeda karena hanya segelintir suporter klub yang hadir. Kami juga mengharapkan suporter klub lain menolak keputusan ini," pinta Iqbal.

Arief Poyuono Akui Bertindak Curang saat Pilpres 2019, Satu Studio Terpingkal, Politisi NasDem: Gila

Terakhir, SKULL berharap pihak manajemen klub menolak keputusan ini dan meminta PT LIB mengembalikan kompetisi seperti kesepakatan semula. Menurut SKULL, kepercayaan publik kepada PSSI yang sudah rendah akan semakin buruk karena praktik seperti ini terus berulang.

"Kalau di Liga Eropa dan Liga profesional lainnya, di awal musim kita selalu penasaran dengan bursa transfer pemain-pemain baru. Kalau di Liga Indonesia kita selalu dibuat penasaran, format Liga seperti apa lagi yang bakal dijalankan?, karena terus berubah-ubah. Sekarang diperparah dengan adanya perubahan di tengah kompetisi. Sungguh sangat tak profesional,” pungkas Iqbal Djohan.(*)

Kampanye Malu Antre Premium, Voucher Rp 100.000 untuk Beralih ke Pertamax

Simbol Kolaborasi Dinilai tak Berkarakter, Kim Jong-un Bongkar Fasilitas Resor yang Dibangun Korsel

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved