Wakaf
Ketua BWI Aceh: Wakaf Dapat Dikelola Secara Produktif
Wakaf dapat menjadi salah satu instrumen keuangan yang cukup potensial untuk dimanfaatkan dalam mengatasi persoalan ekonomi.
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Ketua pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Dr A Gani Isa SH MAg menyampaikan jika wakaf dapat menjadi salah satu instrumen keuangan yang cukup potensial untuk dimanfaatkan dalam mengatasi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Ini disampaikan saat melantik pengurus BWI perwakilan Kota Subulussalam periode 2019-2022, Jumat (25/10/2019) di Gedung Serbaguna Pendapa Wali Kota Subulussalam.
A Gani menyampaikan selama ini wakaf umumnya masih dikelola dengan cara tradisional, yakni berupa benda-benda fisik seperti dijadikan lahan untuk pemakaman, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit maupun masjid.
Padahal, kata A Gani, ada celah lain dalam pengelolaan wakaf yang berkesinambungan manfaatnya. Dikatakan, hasil wakaf dimungkinkan dilakukan secara produktif menopang berbagai kegiatan sosial dan keagamaan hingga perekonomian masyarakat.
Dijelaskan, wakaf produktif bisa berupa tanah pertanian n atau perkebunan, gedung-gedung komersial, dikelola sedemikian rupa sehingga mendatangkan keuntungan dan sebagian hasilnya dipergunakan untuk membiayai berbagai kegiatan tersebut.
Bahkan, kata A Gani saat ini wakaf juga bisa dikelola secara modern semacam ritel atau bisnis lainnya termasuk dalam bentuk saham. Dosen UIN Ar-Raniry ini pun mencontohkan Habib Bugak yang mewakafkan hartanya di Arab Saudi.
Habib Bugak adalah salah seorang wakif dan juga bermukim di Mekah yang mewakili wakif lainnya, yang menyatakan ikrar wakaf di depan Hakim Mahkamah Syar'iyah pada tahun 1222 hijriyah atau sekira tahun 1880 masehi.
Wakaf Aceh yang saat ini dikelola oleh nadzir di Arab Saudi kata A Gani banyak memberi manfat bagi rakyat Aceh.
Betapa tidak, setiap jamaah haji asal Aceh yang beribadah haji mendapatkan uang 1.200 riyal atau setara dengan Rp 4 juta per jamaah.
Untuk hal ini, A Gani pun menyampaikan bahwa di Aceh juga mulai ada terobosan yakni Aceh Tengah. Di sana, kata Gani telah dibangun satu minimarket yang dikelola dari wakaf.
Hal serupa juga terjadi di Aceh Barat A Gani pun berharap agar ini juga dapat terlaksana di Subulusalam. Pemko Subulusalam kata A Gani dapat memotivasi para investor yang ada di daerah ini.
Pada bagian lain A Gani menyampaikan BWI yang bernaung di Kan Kemenag merupakan petugas wakaf guna menyelamatkan aset baik yang sudah terdata maupun belum.
Nantinya, kata Gani akan bekerjasama dengan nazir. Sejauh ini di Aceh ada 24.000 hektar tanah wakaf. Dari jumlah itu baru sekitar 50 persen yang bersertifikat atau seluas 13.000.
Gani pun berpesan agar BWI Subulussalam bersinerji dengan instansi terkait, wali kota, MPU dan Baitul Mal, termasuk dinas dan nazir.(*)
• Pengurus BWI Perwakilan Subulussalam Dilantik, Ini Susunan Pelaksananya
• Peringatan Bagi Wanita! Mantan Pacar Ancam Kirim VC Asusila Bisa Dipolisikan
• VIRAL Video Ular Piton 3 Meter Lilit Leher Seorang Pria, Menjerit Ketakutan & Tak Bisa Napas
• Mahasiswi Cantik Ini Sudah Jadi Relawan Kemanusiaan Sejak Usia Belasan Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bwiach.jpg)