Breaking News:

Islamophobia

Pemuda OKI dari Gayo, Kenalkan Islamophobia di Simulasi Sidang PBB

Tengku Rusdi menjelaskan saat ini islamophobia masih menjadi tema besar dalam politik dunia.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over dokumen pribadi
Teungku Muhammad Rusydi DR, pemateri mewakili Pemuda OKI 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Deputi Pemuda OKI (Organisasi Kerjasama negara-negara Islam) Indonesia, pemuda berdarah Gayo, Tgk Muhammad Rusydi DR menjadi pemateri pada Short Course Diplomacy Class (kelas diplomas simulasi sidang PBB) yang berlangsung di Universitas Nasional, Sabtu (26/10/2019).

Pada kegiatan bertemakan "The Impact of Islamophobia in Global Poltics," Tengku Rusdi menjelaskan saat ini islamophobia masih menjadi tema besar dalam politik dunia.

“Islamophobia adalah pembahasan yang sangat penting dalam politik dunia, di beberapa sidang internasional, negara-negara yang memiliki Islampobhia masih sangat besar, dan itu menajdi fokus negara-negara OKI dalam mengembalikan citra negara Islam.

Pada pembahasan yang berlangsung selama satu hari tersebut, Tengku Rusydi menjelaskan bahwa efek Islamophobia saat ini menjadikan tidak hanya orang non muslim yang sebagai korban, melainkan orang muslim sendiri.

“Islampobhia menjadikan orang muslim juga sebagai korban, kita bisa lihat di Palestina, Myanmar, Amerika, China hingga di Selandia baru. Betapa Islamophobia ini menelan banyak korban muslim yang diasosiasikan sebagai ajaran yang tidak berperadaban, namun di satu sisi malah menerima ketidakberadaban orang lain," katanya.

Tengku Rusdi juga menjelaskan bahwa banyak orang muslim yang lari dari negara mereka akibat kekejaman orang yang mengatasnamakan Islam untuk kepentingan politiknya.

Pemuda OkI  merupakan organisasi yang memiliki fokus pada urusan negara-negara Islam dimana negara-negara Islam juga memiliki orgnasisai OKI layaknya PBB.

Pemilihan pengurusnya juga harus berasal dari pengurus besar organisasi Nasional seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PII (Pelajar Islam Indoesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, GMPRI (Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia) IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), dan organisasi Islam lainnya.(*)

Terkait Bendera Aceh, Kaukus Peduli Aceh: Pernyataan Irmawan tidak Mewakili Rakyat Aceh

Apa Perbedaan Ratoh Jaroe dan Saman Gayo, Ini Penjelasan Kadis Budpar Aceh

Abu Bakar Al-Baghdadi Dikabarkan Meledakkan Rompi Bom Bunuh Diri, Meninggal Bersama 2 Istrinya

Cut Mutiara, Dara Jelita Lhokseumawe yang Punya Prestasi Mumpuni, dari Bintang KDI Hingga Akting

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved