Kecelakaan

Terperosok dalam Lubang, Truk Mermuatan Aspal Terbalik di Nurussalam Aceh Timur

Akibat kejadian ini pihak perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Karena material aspal AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) dengan har

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Dump truk BL 88 71 N milik PT Koetaraja yang membawa material aspal dari Lhokseumawe untuk pengaspalan jalan Peureulak-Lokop, tepatnya dalam wilayah Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbalik di jalan Nasional Banda Aceh - Medan, tepatnya Gampong Keude Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Minggu pagi (27/10/2019) pukul 04.30 WIB. 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dump truk BL 88 71 N milik PT Koetaraja yang membawa material aspal dari Lhokseumawe untuk pengaspalan jalan Peureulak-Lokop, tepatnya dalam wilayah Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbalik di jalan Nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya Gampong Keude Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Minggu pagi (27/10/2019) pukul 04.30 WIB.

Sofyan (42) sopir truk warga Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara yang ditemui Serambinews.com, di lapangan mengatakan truk yang disopirinya itu membawa 36 ton material aspal dari Lhokseumawe pukul 23.00 Sabtu malam menuju Ranto Peureulak.

MRI Pidie – ACT Aceh Selenggarakan Orientasi Relawan di Pidie

Korban Butuh Seragam Sekolah, Kebakaran di Keude Paya Bakong  

Pengembangan Garam Ala Geo Membran di Empat Kecamatan Pijay Diyakini dapat Turunkan Angka Kemiskinan

"Setibanya di lokasi kejadian ada mobil dari arah Medan mendahului mobil di depannya. Kemudian saya bergeser ke tepi kiri, ternyata jalan miring karena baru diperbaiki, kemudian ban kiri belakang masuk karena material timbunannya masih lembek, ketika saya gas tidak mau naik lagi sehingga truk terbalik ke parit jalan sebelah kiri," ungkap Sofyan.

Namun masih beruntung Sofyan tidak mengalami luka apapun.

Akibat kejadian ini pihak perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Karena material aspal AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) dengan harga Rp 1,5 juta per ton tidak bisa digunakan lagi.

Saat ini, ungkap Sofyan pihaknya sedang menunggu kedatangan beko ke lokasi untuk mengevakuasi truk.

Sofyan mewakili sopir lainnya mengharapkan kepada rekanan perbaikan jalan nasional memasang rambu-rambu adanya perbaikan jalan.

"Selain itu kami harapkan rekanan membuat bagian tepi jalan tidak terlalu miring. Karena kalau miring tidak diketahui kendaraan, dan beresiko ada kendaraan yang terbalik kembali," pinta Sofyan.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved