Berita Lhokseumawe
IDI Lhokseumawe Edukasi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Pesan Dokter
"Bukan hanya ibu yang harus aktif, tetapi seorang ayah juga harus mengambil peran dalam deteksi dan perawatan anak berkebutuhan khusus." katanya.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
"Bukan hanya ibu yang harus aktif, tetapi seorang ayah juga harus mengambil peran dalam deteksi dan perawatan anak berkebutuhan khusus." katanya.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lhokseumawe, Selasa (29/10/2019) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan sasaran kali ini adalah anak berkebutuhan khusus.
Anak ini yaitu anak autism, hiperaktif, keterbelakangan mental dan telat bicara. Kegiatan yang dipusatkan di sekretariat IDI Cabang Lhokseumawe tersebut dalam rangka HUT ke-69 IDI.
Ketua IDI Cabang Lhokseumawe, dr Amroelloh, menyebutkan, pengabdian masyarakat kali ini dikemas dalam dua bentuk. Pertama, pemeriksaan kesehatan anak, THT, mata, dan kulit.
Untuk pemeriksaan terhadap 35 anak berkebutuhan khusus tersebut, pihaknya menghadirkan empat dokter spesialis, yakni Dr dr Indra Z SpTHT-KL (K), dr M Agung SpM, dr Elli Kusmayati SpA dan dr Mimbar Taufik SpDV.
• Seorang Wanita Mengaku Melahirkan Batu, Sang Suami Bersaksi Alami Hal Aneh Saat Kantongi Batunya
• Diusul 750-an, Pemerintah Kota Subulussalam Hanya Dapat 199 Kuota CPNS 2019
• Safrida, Relawan Donor Darah Berbagi Kisah dari Bireuen Hingga ke Jakarta
Sedangkan kegiatan kedua, berupa edukasi pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Sehingga dr Elli Kusmayati SpA selaku dokter spesialis anak dalam materinya menyebutkan, banyak anak berkebutuhan khusus telat dideteksi oleh orang tuanya.
Sehingga saat dibawa ke spesialis perlu penanganan khusus. Padahal, semakin cepat dideteksi kelainannya, maka makin besar kemungkinan untuk sembuh.
"Bukan hanya ibu yang harus aktif, tetapi seorang ayah juga harus mengambil peran dalam deteksi dan perawatan anak berkebutuhan khusus." katanya.
Sedangkan untuk mendeteksi kelainan mata dan telinga, sudah seharusnya orang tua bisa memeriksakan ke dokter spesialis mata dan THT saat anak telah berusia tiga bulan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-dr-indra-z-sptht-kl-k-memeriksa-telinga-seorang-anak.jpg)