Berita Aceh Selatan
Proyek Jalan Trumon - Bulohseuma Dinilai Lamban dan Berlumpur, Begini Tanggapan Pengawas
Pasalnya, sejak tanah dasar badan tersebut dikeruk dengan grader, kini kodisinya bagai kubangan sehingga sulit dilalui mobil.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
Pasalnya, sejak tanah dasar badan tersebut dikeruk dengan grader, kini kodisinya bagai kubangan sehingga sulit dilalui mobil.
Proyek Jalan Trumon - Bulohseuma Dinilai Lamban dan Berlumpur, Begini Tanggapan Pengawas
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Pengerjaan proyek pembangunan jalan Trumon-Buluhsema, Kabupaten Aceh Selatan dinilai lamban dan pengerjaannya sangat berlumpur.
Pasalnya, sejak tanah dasar badan tersebut dikeruk dengan grader, kini kodisinya bagai kubangan sehingga sulit dilalui mobil.
Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Selasa (29/10/2019).
"Jangankan mobil kecil seperti pikap atau L300, mobil besar sejenis Dumtruck sepuluh roda saja sering nyangkut dan harus dibantu dengan alat berat (excavator) baru bisa lewat," kata Ali Zamzami.
Ali Zamzami yang sudah turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa warga Kemukiman Buluhsema yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil ini sangat resah atas kondisi ini.
Bagaimana tidak, mereka tidak ada pilihan jalan lain untuk keluar masuk ke ibu kota kecamatan untuk memenuhi berbagai keperluan, termasuk jika menggunakan sepeda motor juga sulit.
"Jika dipaksakan, maka akan sangat berisiko, selain terjebak lubang besar yang memenuhi badan jalan penuh lumpur tebal ini, juga tak ada tempat untuk mengelak karena di kiri dan kanan ruas jalan itu parit dan rawa gambut," paparnya.
• Oknum Kepala Desa Kepergok Bersetubuh dengan Istri Orang, Sogok Warga Rp 4,7 Juta Untuk Tutup Mulut
• Pria Berparang Tebas Kaca Rumah Orang Tua Keuchik Trieng Pantang Aceh Utara
• Keluhan Jaringan HP di Sungai Mas Kian Berlanjut, Ini Harapan Para Keuchik
Ali Zamzami mengungkapkan saat turun ke lokasi dalam rangka monitoring dan investigasi, Formak juga sempat mewawancarai sejumlah warga Bulohseuma.
Mereka rata-rata mengeluhkan kondisi badan jalan yang sulit dilewati itu.
Hal ini, kata Ali Zamzami, seperti disampaikan Umar Sani, warga Bulohseuma yang berprofesi sebagai pruduser madu lebah asli Buluhseuma.
Ia mengaku masyarakat sangat bersyukur atas adanya pembangunan lanjutan jalan penghubung dari Trumon ke kampungnya Buluhseuma.
"Namun mereka kecewa melihat realisasi pengerjaan proyek," kata Ali Zamzami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/proyek-jalan-trumon1.jpg)