Rabu, 6 Mei 2026

Air Irigasi

Mayoritas Petani di Bandarbaru Andalkan Sumber Air dari Irigasi Teupin Raya

Camat Bandarbaru menyebutkan persoalan yang dihadapi Neulhop Semet adalah, pintu air untuk pembuangan ke sungai dan pintu bagike saluran primer mengal

Tayang:
Penulis: Abdullah Gani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
SUDAH sepekan ratusan hektare sawah di Bandarbaru mengering. Akibatnya kegiatan bertani terhambat. 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Camat Bandarbaru, Pidie Jaya Muhammad mengatakan sejak
dahulu hingga kini mayoritas petani di wilayahnya mengandalkan sumber air dari Irigasi Teupin Raya
Kecamatan Glumpangtiga, Pidie.

Hanya dua kawasan atau kemukiman, Cubo dan sebagian Langgien, air untuk persawahan disuplai dari irigasi Cubo dan sebagian Trienggadeng.

Sementara lima kemukiman lainnya yaitu, Nyong, Lancok, Langgien, Luengputu serta Kemukiman Musa,
airnya bergantung dari Neulhop Semet.

Dengan kata lain, lanjut camat, dari 43 gampong di Bandarbaru, sekitar 27 gampong air untuk bertani dialirkan dari Bendungan Irigasi Teupin Raya.

Dibaca Usai Salat Wajib, Ini Amalan Sunnah dan Bacaan Selawat Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW

235 Siswa SMAN Glumpang Tiga Mogok Diduga HP Disita tak Dikembalikan oleh Guru

235 Siswa SMAN Glumpang Tiga Mogok Diduga HP Disita tak Dikembalikan oleh Guru

Mirisnya, mungkin karena bendungan tersebut saat ini sudah uzur, sehingga hampir setiap musim tanam ada saja persoalan yang dihadapi.

Seperti yang dialami musim tanam rendengan 2019/2020.

Ribuan hektare lahan sawah kering karena air yang bersumber dari Neulhop Semet tidak bisa ialirkan.

Sehingga petani terpaksa harus menunda semai benih.

Pun begitu, kini suplai air kembali normal, setelah pintu air diperbaiki.

Camat Bandarbaru menyebutkan persoalan yang dihadapi Neulhop Semet adalah, pintu air untuk pembuangan ke sungai dan pintu bagi
ke saluran primer mengalami kerusakan dan butuh rehabilitasi.

Jika tidak, pendistribusian air untuk ribuan hektare sawah di wilayahnya sulit dilakukan akibat pintu
rusak.

"Untuk membuka serta menutup kembali teramat sulit. Kondisi pintu sudah uzur,” imbuh camat.

Karenanya, ia sangat berharap instansi terkait hendaknya menaruh perhatian.

Selain pintu bendungan perlu diperbaiki, keberadaan petugas atau penjaga pintu juga harus
diperhatikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved