Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pemilik Pangkalan yang Melaporkan Mursyidah Ternyata Pernah Juga Diperiksa Polisi, Ini Kasusnya

Munawal mengakui, polisi juga pernah melakukan penyelidikan terhadap pangkalan tersebut atas kasus dugaan penimbunan elpiji 3 Kg.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com
ILUSTRASI - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma didampingi Anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh, M Yahya Ys melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap minimarket yang menjual gas subsidi 3 kg, dan rumah makan yang gunakan gas subsidi di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (3/11/2019). 

Munawal mengakui, polisi juga pernah melakukan penyelidikan terhadap pangkalan tersebut atas kasus dugaan penimbunan elpiji 3 Kg. Tapi polisi, katanya, tidak menemukan alat bukti yang lengkap sehingga kasus itu dihentikan.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH mengatakan, pihak kejaksaan Kejari Lhokseumawe hanya menerima berkas kasus dugaan perusakan pangkalan elpiji 3 kg dengan terdakwa Mursyidah dari penyidik Polres setempat.

Sedangkan berkas kasus dugaan penimbunan elpiji yang diduga dilakukan oleh pihak pangkalan, tidak masuk ke jaksa.

Hal itu disampaikan Munawal Hadi menjawab Serambinews.com, Senin (4/11/2019), saat ditanyakan apakah jaksa ada juga menerima berkas kasus penimbunan elpiji oleh pangkalan dari polisi.

“Yang kita terima hanya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) dan berkas dalam perkara pengrusakan, sedangkan untuk perkara penimbunan kita tidak pernah terima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan,” katanya.

Munawal mengakui, polisi juga pernah melakukan penyelidikan terhadap pangkalan tersebut atas kasus dugaan penimbunan elpiji 3 Kg.

Tapi polisi, katanya, tidak menemukan alat bukti yang lengkap sehingga kasus itu dihentikan.

Mendagri Ingin Selaraskan APBA 2020 dengan APBN, MaTA Minta Tito Coret Dana Pokir DPRA

“Itu tidak cukup alat bukti, makanya tidak ditingkatkan (ke jaksa),” ujar Munawal.

Secara terpisah, anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma mengaku dirinya sudah dua malam mencari informasi terkait situasi sebenarnya dengan menjumpai warga.

Dia juga mendapat informasi kasus penimbunan elpiji oleh pangkalan tempat Mursyidah pernah bekerja itu, sudah dihentikan oleh polisi.

PNS di Nagan Raya Ikut Konsultasi Standar Pelayanan Publik

“Pengusutan itu sudah dihentikan, katanya tidak ada barang bukti. Sementara di dalam (pangkalan) pada waktu itu banyak barang bukti,” ungkap senator Aceh, Haji Uma saat dikonfirmasi Serambinews.com melalui telepon, Senin (4/11/2019).

Dari informasi yang didapatnya, pangkalan itu juga pernah melakukan pelanggaran.

Sehingga izin operasinya dicabut oleh pihak Pertamina.

Menurut Haji Uma, pencabutan izin itu menunjukan pembuktian yang valid bahwa adanya kesalahan yang dilakukan pangkalan itu.

“Jadi tidak ada alasan tidak cukup barang bukti, kalau tidak cukup alat bukti dan tidak ada indikator kesalahan yang dilakukan, tidak mungkin Pertamina menyegelnya, dan polisi sudah mengamankan alat bukti pada waktu itu, tapi kok dihentikan dengan alasan tidak cukup alat bukti,” ungkap Haji Uma. (*)
 

Dari Jembatan Hingga Serangan Kerbau dan Babi Dikeluhkan Petani Glumpang Tiga, Pidie

 

BalasTeruskan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved