Berita Aceh Tengah
Sanggar Kuta Dance Teater Gelar Lokakarya Tari Sining
Gayo yang dikenal sebagai daerah yang berada di dataran tinggi memiliki beragam budaya. Salah satunya adalah kesenian Tari Sining yang telah ditetapka
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Sanggar Kuta Dance Teater Gelar Lokakarya Tari Sining
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Gayo yang dikenal sebagai daerah yang berada di dataran tinggi memiliki beragam budaya. Salah satunya adalah kesenian Tari Sining yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI beberapa waktu lalu, sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Guna melestarikan kesenian asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) ini, Sanggar Kuta Dance Teater Takengon yang difasilitasi oleh Direktorat Kesenian, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, menggelar lokakarya tentang tari sining di aula Hotel Grand Penemas, Kota Takengon, Senin (4/11/2019).
Ketua Sanggar Kuta Dance Teater, Peteriana Kobat, kepada Serambinews.com, menyebutkan, lokakarya tari sining, diikuti sejumlah peserta dari kalangan guru, SMP dan SMA, serta komunitas seni yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. “Lokakarya ini, merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan tari sining Gayo,” kata Peteriana Kobat.
• Sudah 17 Tahun Waduk Alue Drien Tertimbun Sedimen, Begini Permintaan Camat Trienggadeng
• Hujan Masih Landa Subulussalam, 60 Hektare Tanaman Jagung Terendam Banjir di Kecamatan Rundeng
• Kunjungi ke Rumah Orang Tua Korban Kecelakaan di Malaysia, Ini Ajakan Wabup Abdya
Dia sebutkan, inisiasi dilakukannya lokakarya tari sining Gayo, sebagai upaya agar salah satu kesenian masyarakat di wilayah tengah Aceh, bisa tetap terjaga sehingga terhindar dari kepunahan. Apalagi, kesenian lokal tersebut, memiliki nilai kearifan lokal yang cukup tinggi. “Ada kekhawatiran, bila tidak dilestarikan tentu berpotensi akan punah,” ucapnya.
Menurut Peteriana Kobat, tari sining Gayo, sempat hilang karena hampir tidak pernah ditampilkan di tengah-tengah masyarakat, bahkan di acara budaya. Namun, seiring dengan berjalan waktu, tari sining kembali digali ke permukaan pada tahun 2016 lalu.
Bahkan tari sining Gayo sudah ditetapkan sebagai WBTB oleh Kemendikbud RI beberapa waktu lalu. “Makanya, kesenian ini, harus kita perkenalkan kembali kepada masyarakat luas, agar tidak hilang untuk kedua kalinya,” pungkasnya.(*)
• Kunjungi ke Rumah Orang Tua Korban Kecelakaan di Malaysia, Ini Ajakan Wabup Abdya
• HUDA Pidie Jaya Gelar Muswil, HRD Harap Ada Rekomendasi untuk UU Pesantren
• Kunjungan Wisman ke Aceh Turun Sepanjang September 2019
Teks foto : Para peserta lokakarya tari sining Gayo yang dilaksanakan oleh Sanggar Kuta Dance Teater di Kota Takengon, Senin (4/11/2019). Foto dok sanggar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarian-sining-gayo.jpg)