Berita Pidie Jaya

Sudah 17 Tahun Waduk Alue Drien Tertimbun Sedimen, Begini Permintaan Camat Trienggadeng 

Waduk Alue Drien ini tertimbun oleh sedimen sehingga muatan air dalam waduk menjadi minim untuk dialiari ke areal persawahan masyarakat.

Sudah 17 Tahun Waduk Alue Drien Tertimbun Sedimen, Begini Permintaan Camat Trienggadeng 
Foto Kiriman Hasrijal
Warga Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya mencari ikan didalam waduk Paya Pie akibat waduk tersebut dangkal selama lima tahun terakhir, Senin (4/11/2019). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Selama 17 tahun terakhir waduk Alue  Drien di Gampong Tampui, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya debit air yang tersimpan sangat minim untuk mengairi 1.587 Ha lahan sawah di Kecamatan Trienggadeng (1.276 Ha)  dan Panteraja (311 Ha) akibat endapan sedimen pada waduk seluas 17 ha itu. 

Camat Trienggadeng, Ishak SE atas nama ribuan petani di Kecamatan setempat mengakui hingga saat ini belum memiliki saluran irigasi teknis sehingga menyebabkan pengolahan lahan produktif areal persawahan tidak dapat dilakukan maksimal. 

"Selama 17 tahun terakhir harapan para petani di kecamatan pertengahan di Pijay itu mengharapkan suplai air dari waduk Alue Drien dengan luas bentangan 17 Ha  itu tidak lagi optimal menyimpan air untuk mendukung suplai air ke 1.587 Ha lebih lahan persawahan masyarakat di Trienggadeng dan Panteraja," ujarnya. 

Sejauh  ini waduk Alue Drien ini tertimbun oleh sedimen sehingga muatan air dalam waduk menjadi minim untuk dialiari ke areal persawahan masyarakat.

Padahal, petani atau masyarakat Kecamatan Trienggadeng dapat mengandalkan tanaman pangan berupa padi selaku untuk makanan pokok dalam setiap tahun dapat menggarap dua kali.  

Namun seiring dengan debit air yang minim maka sekali tanam dalam setiap tahun menjadi kalangkabut dalam memperoleh suplai air keareal sawah warga. 

"Karenanya masyarakat sangat berharap kepada pemerintah atau Dinas Pekerjaan Umum (PU)  agar kondisi waduk ini dapat difungsikan kembali dengan sempurna dengan pengerukan sendimen serta pembangunan jaringan saluran irigasi  tehnis ke berbagai penjuru areal persawahan petani agar produksi tanaman padi lebih maksimal,"jelasnya. 

Kepala Dinas PU Pijay Rizal Fikar ST MT melalui Kepala Bidang (Kabid)  Pengairan, Oriza Safitri ST kepada Serambinews.com , Senin (4/11/2019) mengatakan, penanganan waduk Aleu Drien Gampong Tampui, Kecamatan Trienggadeng telah diusulkan ke provinsi Aceh bersamaan penanganan waduk Paya Pie dalam Daerah Irigasi (DI)  Cubo-Trienggadeng. 

"Penanganan waduk tersebut (Alue Drien) hasil informasi telah masuk dalam perecanaan pada 2021 mendatang untum dilakukan kajian pembangunan karena menguras dana sangat besar dengan taksiran Rp 56 Miliar lebih," beber Oriza Safitri.(*)

FOTO - FOTO : Pandai Besi di Desa Lamblang Manyang Berharap Pelatihan Khusus Membuat Besi Antikarat.

WNA asal Bangladesh Diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Medan

FOTO-FOTO : Gerombolan Sapi Mencari Makanan di Antara Tumpukan Sampah Rumah Tangga di Aceh Besar

Usai Bercerai dari Mantan Raja Malaysia, Miss Rusia Akhirnya Pamer Wajah Bayi yang Tak Dianggap Anak

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved