Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Masih Dibawah Nasional, Sangat Bergantung Pada APBA dan APBK

Angka pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III ini masih berada dibawah nasional yang sudah mencapai 5,02 persen

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
Thinkstock
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan III-2019 tumbuh sebesar 3,76 persen terhadap triwulan III-2018 year on year (yoy).

Angka pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III ini masih berada dibawah nasional yang sudah mencapai 5,02 persen.

Artinya pada triwulan tersebut tidak terlalu banyak berkembang ekonomi di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin MM kepada Serambinews.com, usai menyampaikan Berita Resmi Statistik tentang 'Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan III-2019', di Aula BPS setempat, Selasa (5/11/2019).

Anak Kerbau Berkaki Delapan Lahir di Abdya, Warga Berdatangan ke Lokasi, Begini Kondisinya

"Kalau kita lihat sisi nasional yang sudah mencapai 5,02 persen pertumbuhan ekonominya, kita masih berada dibawah nasional. Itu artinya di triwulan III ini tidak terlalu banyak berkembang ekonomi Aceh. Hal tersebut juga sangat terkait dengan realisasi anggaran di APBA maupun APBK," kata Wahyudin.

Ia menyebutkan realisasi anggaran hingga September 2019 baru mencapai 40 persen.

"Mudah-mudahan Oktober ini bertambah lagi sehingga di triwulan terakhir realisasi anggaran cukup optimal.

Karena kita tahu sendiri untuk Aceh ekonominya itu sangat bergantung kepada APBA maupun APBK. Artinya sangat bergantung pada anggaran pemerintah," tambahnya.

Usaha Penyulingan Minyak Pala di Abdya Hanya Tersisa Empat Unit Lagi

Dikatakan, ekonomi Aceh secara kumulatif dari triwulan I sampai III 2019 terhadap triwulan I sampai III 2018 (c-to-c) tumbuh sebesar 3,78 persen.

Angka itu belum mencapai target sekitar 5 persen untuk pertumbuhan ekonomi secara kumulatif, maka itu pemerintah harus berusaha keras agar kedepan targetnya bisa tercapai.

"Target 5 persen itu kita masih jauh. Kedepan pemerintah harus berusaha keras terutama untuk merealisasi berbagai program yang sudah dianggarkan dananya," ujarnya.

Wahyudin mencontohkan seperti anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk pendidikan yang hingga kini belum terealisasi.

Dikatakan, itu yang belum direalisasikan baru satu sektor yaitu di pendidikan saja, dan belum pada sektor yang lainnya lagi.

"Artinya banyak ke depan yang harus diupayakan supaya anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 17 triliun lebih untuk APBA itu bisa dioptimalkan dan direalisasikan," sebut Wahyudin.

Cerita Mursyidah yang Yatim Sejak Kecil Hingga Tangis Anaknya Saat Jalani Sidang di PN Lhokseumawe

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved