Puskesmas Tak Boleh Tolak Pasien, Penegasan Wabup Abdya Saat Sidak

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Kuala

Puskesmas Tak Boleh Tolak Pasien, Penegasan Wabup Abdya Saat Sidak
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAT SAPUTRA
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT berdialog dengan petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Kuala Batee bersama Ketua DPRK Abdya, Nurdianto, Rabu (6/11/2019). 

BLANGPIDIE - Tenaga medis dan paramedis di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta tidak menolak pasien. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Kuala Batee bersama Ketua DPRK, Nurdianto, Rabu (6/11/2019). "Saya minta dokter dan perawat tidak boleh menolak pasien, siapa pun, apakah dia warga kita atau tidak, wajib kita layani terlebih dahulu karena itulah tugas kita," ujar Muslizar MT.

Bukan itu saja, Wabup juga menekankan, petugas kesehatan harus bersikap santun dan lemah lembut saat ada pasien yang emergency atau kondisi darurat tiba di puskesmas mapun rumah sakit. "Meskipun yang tahu kondisi pasien itu adalah petugas, sebaiknya kita tangani dulu sehingga tidak terjadi salah paham antara keluarga pasien dengan petugas," tukasnya.

Selama ini, beber dia, sering terjadi kesalahpahaman antara petugas dan keluarga pasien terkait penanganan medis. Bagi keluarga pasien, kerabatnya itu sakit berat dan harus ditangani segera, sedangkan tenaga medis menganggap pasien itu masih bisa pulang dan tidak perlu dirawat inap.

"Jadi, saat disuruh besok pagi kembali seolah-olah dianggap diusir oleh petugas, padahal pasien itu dianggap tidak perlu dirawat inap, cukup rawat jalan saja," paparnya.

Untuk itu, urai Wabup, setiap masyarakat yang datang untuk berobat, tenaga medis maupun paramedis harus melayaninya. "Tadi sudah kita minta pada ibu kapus (kepala puskesmas-red), kalau ada pasien yang datang minimal dipegang dulu, mau sakit berat atau tidak, petugas wajib melayani dan ambil tindakan, kalau perlu berikan obat karena masyarakat kalau sudah dikasih obat menganggap itu sudah dilayani," tandasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT menerangkan, kewajiban soal pelayanan pasien ini telah diatur dalam Pasal 32 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ia menyebutkan, undang-undang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa, fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

“Kewajiban memberikan pertolongan kepada pasien ini juga berlaku bagi tenaga kesehatan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 59 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Bahkan, jika terbukti menolak pasien dalam keadaan darurat, bisa dipidana dan dikenakan denda sebagaimana diatur dalam Pasal 190 UU Kesehatan," ungkapnya.

Sebelum itu terjadi, imbau Wabup, petugas kesehatan harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien dan keluarga pasien. Karena, sambungnya, banyak pasien yang datang dan berobat dalam keadaan panik, sehingga membutuhkan pelayanan segera.

Mendengar pernyataan Wabup Muslizar MT, Kepala Puskesmas Kuala Batee, Murti berjanji akan memberikan pelayanan yang maksimal dan baik kepada masyarakat. "Insya Allah, dan selama ini kita siap terima masukan agar pelayanan lebih baik lagi," ucapMurti.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved