Senin, 4 Mei 2026

Suplai Air Bersih Macet Total, Pipa Isap PDAM Tirta Meulaboh Rusak

Suplai air bersih ke pelanggan di kawasan Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, sejak empat hari lalu hingga Rabu (6/11/2019), macet total

Tayang:
Editor: bakri
DOK/PDAM CABANG KAWAY XVI
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE (dua kiri) bersama Kepala PDAM Tirta Meulaboh, Muktar Ali Muddin, dan Kepala PDAM Cabang Kaway XVI, Syahrul, meninjau kerusakan pipa isap dan alat pengolahan air bersih di kecamatan setempat, Rabu (6/11/2019). 

MEULABOH - Suplai air bersih ke pelanggan di kawasan Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, sejak empat hari lalu hingga Rabu (6/11/2019), macet total. Hal itu terjadi diduga akibat kerusakan pipa isap atau pipa penyedot air ke pengolahan, sehingga mengakibatkan PDAM Tirta Meulaboh tidak dapat memproduksi air bersih untuk disuplai kepada pelanggan.

Kepala PDAM Tirta Meulaboh, Mukhtar Ali Muddin kepada Serambi, Rabu (6/11), membenarkan, dampak kerusakan pompa tersebut telah mengakibatkan suplai air bersih ke pelanggan tidak bisa dilakukan. Ia menyebutkan, butuh biaya besar untuk memperbaiki kerusakan pipa itu, sehingga pihak PDAM perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terlebih dahulu.

“Kami belum bisa memastikan kapan perbaikan itu bisa dilakukan, sebab membutuhkan biaya besar untuk memperbaiki pompa yang rusak itu. Soalnya, sebagian peralatan tersebut butuh pengadaan baru, sedangkan yang lama telah usang karena sudah digunakan paska tsunami dulu,” ujar Mukhtar.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE yang terjun ke lapangan untuk melihat langsung kerusakan pompa penyedot air PDAM menekankan, kerusakan itu perlu penaganan cepat, sebab sebagian warga sangat membutuhkan suplai air. Ia berharap, Pemkab Aceh Barat secepatnya menanggulangi kebutuhan biaya perbaikan itu guna kepentingan masyarakat banyak.

“Saya ke lokasi lantaran ada warga yang mengeluhkan masalah suplai air bersih dari PDAM yang tidak berfungsi lagi saat ini. Warga sangat berharap pihak terkait untuk segera mengatasi masalah tersebut guna kepentingan orang banyak,” harap Ramli SE.

Dibeberkannya, saat ini warga harus memakai air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. “Bagi yang tidak punya sumur, terpaksa mencari air ke sumur tetangga atau ke tempat-tempat umum yang bisa gunakan,” pungkasnya.

Sementara itu, tiga anggota DPRK Aceh Selatan meninjau langsung kondisi gudang di lokasi sumber air PDAM Tirta Naga Tapaktuan, kawasan Gampong Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Rabu (6/11/2019). Saat kunjungan ini, anggota dewan justru menemukan 4 unit mobil tanki milik PDAM Tirta Naga terbengkalai dan sudah menjadi besi tua. Kerusakan mobil tanki tersebut diperparah karena tidak tersedianya tempat parkir yang layak di lokasi, sehingga mobil itu tampak dibiarkan basah kena hujan dan terbakar terik matahari.

"Ini aset daerah jadi harus dijaga. Namun kondisi saat ini tidak bisa juga kita salahkan manajemen PDAM, sebab disini tidak tersedia tempat parkir yang layak, sehingga mau tak mau mobil tanki ini terpaksa diletakkan begitu saja di halaman terbuka gudang," ungkap anggota DPRK Aceh Selatan, Siska Elviadi Rajo Evi yang turun ke lokasi bersama Wakil Ketua Sementara DPRK, Ridwan, dan Rema Hishul Azma SE, serta didampingi Dewan Pengawas PDAM Tirta Naga, T Sukandi, plus Direktur PDAM Tirta Naga,Cut Maisarah SE.

Selain tidak tersedianya tempat parkir, dewan juga mendengar beberapa kendala yang dihadapi PDAM Tirta Naga, sehingga mengakibatkan pelayanan mereka tidak maksimal. “Kami minta pemkab memprioritaskan PDAM Tirta Naga, karena ini menyangkut sektor pelayanan publik. Caranya tentu dengan melengkapi fasilitas pendukung lainnya, seperti instalasi dan fasilitas penunjang lainnya," ucap Rajo Evi.

Pada kesempatan itu, T Sukandi mengungkapkan, bahwa kondisi PDAM Tirta Naga saat ini hanya bisa bertahan hidup, lantaran pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran. "Pelanggan PDAM Tirta Naga saat ini hanya 3000 lebih. Jika pelanggannya 10 atau 5 persen saja dari jumlah penduduk kita, PDAM sudah bisa hidup. Kalau di bawah itu, pasti PDAM-nya sakit," pungkas T Sukandi.(tz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved