Berita Banda Aceh
Ikamat dan Pemerintah Aceh Promosikan Budaya dan Sejarah Aceh di Turki
Acara yang diselenggarakan selama dua hari (2-3 November 2019) itu dihadiri oleh ratusan penonton, baik dari Indonesia, Turki, maupun internasional.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Hadirin semakin terkesima ketika salah satu warga Aceh yang menetap di Turki, Sarah, menyanyikan lagu Hikayat Prang Sabi dengan menampilkan makna hikayat secara langsung di layar tancap acara.
Acara kemudian ditutup dengan pameran manuskrip dan budaya serta dilanjutkan dengan agenda akademik pada keesokan harinya.
Kunjungan Tim Aceh
Selesai acara utama, tanggal 4-5 November 2019 Ikamat beserta perwakilan dari Pemerintah Aceh mengunjungi beberapa kantor utama Pemerintah Turki di Istanbul.
Di antaranya mengunjungi Museum Turkish and Islamic Art (TIEM), Dinas kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, dan Fatih Sultan Mehmet Vakıf University.
Di Museum Turkish and Islamic Art, tim Pemerintah Aceh mencanangkan adanya agenda Aceh Corner di museum tersebut.
Kemudian study exchange, di mana petugas Museum Aceh bisa studi banding ke museum ini.
Sedangkan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, tim Pemerintah Aceh berupaya memperluas kerja sama agar pameran wisata dan sejarah Aceh bisa dilaksanakan kembali di tahun-tahun selanjutnya.
"Mari sama-sama mempromosikan budaya dan wisata Aceh di luar negeri. Ikamat sudah sangat luar biasa mempromosikan aceh di luar negeri.
Mudah-mudahan acara ini berlanjut dan kita berharap tahun depan lebih banyak lagi yang mendukung acara ini.
Apalagi kita telah mendapat respons positif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Turki di Istanbul," kata Jamaluddin, Kadisbudpar Aceh, dikutip Haykal.
Di Fatih Sultan Mehmet Vakif University, agenda yang dihasilkan berupa join research atau student exchange.
Nantinya universitas-universitas di Aceh, bisa mengirim putra dan putri terbaiknya untuk ikut program ini.
Haykal, Ketua Ikamat sekaligus translator dalam pertemuan dengan pimpinan Fatih Sultan Mehmet Vakif University sangat senang dengan program yang dihasilkan ini.
Dia berharap agar universitas-universitas di Aceh mampu mengambil kesempatan besar ini.
Ia berharap semoga ada respons cepat dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal, UTU, dan beberapa kampus besar lainnya di Aceh untuk memanfaatkan peluang bagus ini.
Bisa saja misalnya dengan pengiriman dosen-dosen maupun mahasiswa.
"Kami selaku mahasiswa Aceh di Turki sangat mendukung dan akan membantu semaksimal mungkin untuk kegiatan exchange ini," pungkas Haykal selaku Ketua Ikamat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pameran-aceh-di-turki.jpg)