PDD Kecam Pengadaan Pin Emas Anggota DPRA  

Pemuda Dewan Dakwah (PDD) Banda Aceh mengecam keras program pengadaan pin emas 81 anggota DPRA periode 2019-2024

PDD Kecam Pengadaan Pin Emas Anggota DPRA   
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ketua Pemuda Dewan Dakwah (PDD) Banda Aceh, Maulida Ariandy S. 

BANDA ACEH - Pemuda Dewan Dakwah (PDD) Banda Aceh mengecam keras program pengadaan pin emas 81 anggota DPRA periode 2019-2024 yang merogoh anggaran sebesar Rp 500 juta lebih. Menurut Ketua PDD Kota Banda Aceh, Maulida Ariandy S, ini adalah pemborosan anggaran.

"Ini pemborosan anggaran, sama sekali bukan program yang penting dilakukan oleh DPRA yang notabene mengurusi kepentingan rakyat," kata Maulida Ariandy S dalam wawancaranya dengan Serambi kemarin.

Seperti diketahui, sebanyak 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024 akan mendapat pin emas (emblem lambang Aceh) seberat 6,6 gram atau setara dua mayam emas 22 karat sebagai tanda pengenal anggota dewan. Tak tanggung-tanggun, anggaran yang dirogoh dari kantong APBA 2019 untuk itu sebesar Rp 582.090.300.

Menurut Maulida, anggaran sebesar itu, lebih baik digunakan ke arah yang bermanfaat serta langsung dirasakan oleh masyarakat. "Seperti peningkatan program pelayanan masyarakat dan lain-lain sebagainya demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh," katanya.

Maulida juga menegaskan, bahwa pengadaan pin emas itu bukan keperluan mendesak. "Terpenting adalah bagaimana sebagai anggota dewan nantinya bisa berkontribusi untuk memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Aceh," tegasnya.

Maulida juga berharap dengan jumlah anggaran yang seperti itu, bisa dikucurkan untuk pembinaan pemuda, modal usaha bagi masyarakat dan kepada yatim piatu yang putus sekolah. "Agar nantinya dana tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat," demikian harapnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved