Berita Banda Aceh

Persatuan Nelayan Terengganu Beli Ikan dari Koperasi di Lampulo, Satu Kontainer Per Bulan

Rombongan dari Terengganu itu berjumlah sebelas orang, dipimpin Nik Mainuddin.

Persatuan Nelayan Terengganu Beli Ikan dari Koperasi di Lampulo, Satu Kontainer Per Bulan
For Serambinews.com
Sebelas orang personel Pengurus Persatuan Nelayan Kawasan (PNK) Besut, Terengganu, Malaysia, berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja di Lampulo, Banda Aceh, Sabtu (9/10/2019) siang. Mereka sepakat menjalin kerja sama bisnis perikanan antarnegara dengan Koperasi Nelayan Pintar yang berbasis di Lampulo, Banda Aceh. 

Rombongan dari Terengganu itu berjumlah sebelas orang, dipimpin Nik Mainuddin.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Persatuan Nelayan Kawasan (PNK) Besut, Terengganu, Malaysia, berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja di Lampulo, Banda Aceh, Sabtu (9/10/2019) dalam rangka rintisan bisnis perikanan antarnegara.

Rombongan dari Terengganu itu berjumlah sebelas orang, dipimpin Nik Mainuddin.

Tujuan utama kedatangan mereka ke Aceh adalah untuk melihat langsung proses pendaratan ikan di PPS Kutaraja Lampulo, di samping menjajaki peluang kerja sama dalam bentuk pembelian ikan dari Lampulo satu kontainer per bulan.

Saat berkunjung ke Lampulo, Banda Aceh, tim PNK Besut Terengganu disambut dan didampingi Sabri Ramli dan kawan-kawan selaku Pengurus Koperasi Nelayan Pintar.

Beranak dalam Kubur Bukan Hanya Cerita Film, 10 Hal Ini Benar-benar Terjadi Pada Jasad Manusia

Demi Uang Rp 40 Juta, Perempuan Siarkan Langsung Rekaman Video Pelecehan Terhadap Seorang Gadis

Pemkab Nagan Raya Salurkan Beasiswa Rp 2,2 Miliar, Ini Rincian Nominalnya

"Alhamdulilah, kita kedatangan tamu dari Terengganu yang ingin melihat kondisi pelabuhan perikanan kita dan cara kelola ikan kita di sini. Kalau cocok mereka mau kerja sama dengan koperasi kita untuk ekspor impor ikan," kata Sabri Ramli, Ketua Koperasi Nelayan Pintar kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Minggu (10/11/2019) siang.

Menurut Sabri, setelah melihat langsung ke lokasi, pengurus koperasi dari Terengganu itu mengaku terkesan dengan kondisi pelabuhan, cara pendaratan, dan pengelolaan ikan di PPS Kutaraja Lampulo.

Karena cocok dan sesuai dengan harapan mereka, kata Sabri, sehingga pengurus PNK
Besut, Terengganu, sepakat bekerja sama dengan koperasi yang diketuai Sabri.

Sebagai realisasinya, PNK akan membeli setiap bulan satu kontainer ikan dari Koperasi Nelayan Pintar. Tapi pihak PNK terlebih dahulu membuat daftar nama ikan yang mereka butuhkan lengkap dengan fotonya. Sebab, nama ikan tertentu sangat mungkin berbeda dalam bahasa Melayu dengan Aceh dan antara Melayu dengan bahasa Indonesia.

"Kalau daftar nama ikan tersebut sudah kita dapatkan, langsung kita kumpul ikannya untuk dibekukan. Kita bekerja sama dengan Lembaga Panglima Laot Lampulo karena mereka punya cold storage berkapasitas besar," kata Sabri.

Diperkirakan, sekitar Desember nanti akan dimulai ekspor perdana ikan segar dalam bentuk campuran (berbagai jenis) ke Terengganu, Malaysia oleh Koperasi Nelayan Pintar yang berbasis di Lampulo, Banda Aceh.

"Ekspornya melalui kapal laut dalam jumlah satu kontainer per bulan. Mereka minta ikannya campuran, bukan ikan tertentu saja. Ini memudahkan kita dalam memenuhi kuota ekspor," rinci Sabri, nelayan yang juga ketua koperasi.

Koperasi yang bergerak di bidang perikanan ini dibentuk oleh sejumlah mantan kombatan GAM pada tahun 2015 dan hingga kini sudah memiliki cabang di seluruh Aceh.

Koperasi ini memiliki 543 orang anggota, terbanyak berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar, mencapai 250 orang. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved