Sekjen dan Dirjen KKP Diperiksa hingga Malam, Terkait Dugaan Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (7/11) kembali memeriksa saksi yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi

Sekjen dan Dirjen KKP Diperiksa hingga Malam, Terkait Dugaan Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang
FOTO HUMAS KEJATI ACEH
PENYIDIK Kejati Aceh menyita keramba jaring apung lepas pantai milik KKP RI di Dermaga CT3 Sabang, Kamis (4/7). 

BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (7/11) kembali memeriksa saksi yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Sabang tahun 2017. Kali ini yang diperiksa adalah pejabat eselon I di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI yaitu Nilanto Perbowo, Sekjen KKP sekaligus Komisaris PT Perinus, dan Zulfikar Mochtar, Dirjen Perikanan KKP yang merangkap Komisaris Utama PT Perinus.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (8/11) mengatakan, kedua pejabat eselon I itu diperiksa dalam jabatannya di PT Perinus, perusahaan yang mengerjakan proyek KJA di Sabang pada tahun 2017.

"Banyak hal yang digali. Banyak informasi tapi informasinya hanya konsumsi untuk penyidik," kata Munawal. Dia mengatakan kedua pejabat tersebut diperiksa sejak pukul 11.00 WIB hingga malam hari.

Sebenarnya penyidik juga sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Dirut PT Perinus yang juga tersangka dalam perkara itu, Dendi Anggi Gumilang. Tapi tidak terlaksana lantaran dia mengaku sakit. "Dendi nggak datang, alasannya sakit," kata Munawal.

Sebelumnya penyidik sudah memanggil sejumlah saksi lain di antaranya Direktur Perbenihan di KKP RI, Coco Kokarkin Soetrisno, Dirut PT Perinus, M Yana Aditya. Termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP RI, Dr Ir Slamet Soebjakto MSI dan ahli teknis dari Unsyiah dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Dari sejumlah saksi yang sudah diperiksa, penyidik baru menetapkan satu tersangka yaitu mantan Dirut PT Perinus, Dendi Anggi Gumilang. Selain itu, penyidik juga sudah menyita uang dari Perinus sebanyak Rp 36.260.875.000 sebagai barang bukti. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved