Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Utara

Warga Minta Penegak Hukum Telusuri Pembangunan Embung Kuta Makmur, Ini Sebabnya

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengaudit proses pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai dengan kontrak,” kata Jailani SH

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Foto kiriman Jailani
Warga mengikuti rapat di Kantor Camat Kuta Makmur Aceh Utara untuk mempertanyakan soal embung yang belum bisa difungsikan. Foto kiriman Jailani 

 “Kami meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengaudit proses pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai dengan kontrak,” kata Jailani SH

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Keuchik bersama tokoh masyarakat Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri pembangunan embung Lhok Gajah di kecamatan tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan warga dalam rapat yang diadakan Kantor Camat Kuta Makmur, Jumat (7/11/2019).

Pertemuan tersebut dipimpin Sekcam Kuta Makmur Zakaria SSos yang dihadiri keuchik dan tokoh masyarakat.

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengaudit proses pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai dengan kontrak,” kata Jailani SH kepada Serambinews.com, Minggu (10/11/2019).

Bukan Sosok Biasa, Ternyata Ayah Mulan Jameela Pernah Dianugerahi Tanda Jasa Pahlawan

KKI Lhokseumawe Juara Umum Kejuaraan Karate di Aceh Tamiang, M Imam BOB

Lowongan Kerja BUMN PT Pelni: Cek Syaratnya, Buka Hingga 15 November 2019, Segera Daftar!

Disebutkan, tokoh masyarakat dengan para keuchik bersepakat untuk menempuh jalur hukum bila pembangunan tersebut tidak sesuai kontrak. “Sudah 10 tahun pembangunannya sampai sekarang belum dapat difungsikan untuk mengaliri sawah masyarakat yang ada di kemukiman Buloh Blang Ara dan Keude Krueng,” ujar Jailani SH kepada Serambinews.com.

Karena itu, masyarakat dalam hal ini diwakili oleh tokoh masyarakat imum mukim dan keuchik mempertanyakan tentang proses pembangunan waduk tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh masyarakat, dana yang dialokasikan untuk pembangunan embung tersebut sudah mencapai puluhan miliar, tapi sampai sekarang belum selesai. “Ini yang menjadi pertanyaan warga, apa kendala dari proyek tersebu,” pungkas Jailani. (*)    

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved