Berita Aceh Tamiang
Bupati Mursil Ungkap Menyusutnya RAPBK Aceh Tamiang 2020 Hingga Rp 227 Miliar Lebih
Mursil menyampaikan hal ini melalui Sekdakab Aceh Tamiang Basyaruddin dalam Rapat Paripurna III di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (11/11/2019).
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Mursil menyampaikan hal ini melalui Sekdakab Aceh Tamiang Basyaruddin dalam Rapat Paripurna III di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (11/11/2019).
Bupati Mursil Ungkap Menyusutnya RAPBK Aceh Tamiang 2020 Hingga Rp 227 Miliar Lebih
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang H Mursil memaparkan penyebab menyusutnya RAPBK 2020 hingga Rp 227 miliar lebih atau tepatnya Rp 227.370.430.197.
Mursil menyampaikan hal ini melalui Sekdakab Aceh Tamiang Basyaruddin dalam Rapat Paripurna III di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (11/11/2019).
Agenda rapat ini penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan umum RAPBK 2020.
Pada kesempatan itu, Basyaruddin menjelaskan penyebab terjadinya perbedaan jumlah alokasi pendapatan daerah antara kesepakatan penetapan KUA/PPAS tahun anggaran 2020 dan Raqan APBK 2020.
Diakuinya pada penyusunan RKPD dan KUA/PPAS 2020 pendapatan daerah yang diproyeksikan Rp 1.580.084.802.217.
Tapi sesuai rincian alokasi transfer ke daerah dan dana desa APBN 2020 yang disahkan Presiden pada 24 September 2019, penerimaan daerah berkurang menjadi Rp 1.352.714.372.020 atau berkurang Rp 227.370.430.197.
"Pengurangan terbesar pada penerimaan dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH)," ungkap Basyaruddin.
• Pelamar CPNS Abdya Belum Bisa Mendaftar, Kepala BKPSDM Cut Hasnah Nur Perkirakan Bisa Malam Ini
• Ternyata, Maling Kotak Amal Saat Ditangkap di Masjid Beurawe Dalam Kondisi Seperti Ini
• Bupati Abdya Akmal Ibrahim Tetapkan Dua Syarat Pelamar CPNS Luar Daerah, Salah Satu IPK Lebih Tinggi
Namun dia melanjutkan beberapa pos penerimaan terdapat juga penambahan alokasi penerimaan daerah seperti dana alokasi umum dan dana dana insentif daerah.
"Untuk rincian pengurangan dan penambahan akan dijelaskan secara terinci pada pembahasan anggaran," jelasnya.
Penyusutan RAPBK 2020 ini sebelumnya menjadi sorotan Fraksi Gerindra dalam rapat paripurna Rancangan APBK 2020 di ruang rapat utama, Jumat (8/11/2019).
Dalam penyampaian yang dibacakan Wabup Aceh Tamiang Insyafuddin disebutkan pendapatan daerah Rp 1.352.741.372.020, belanja daerah Rp 1.362.914.372.020 dan pembiayaan Rp 10.200.000.000 mengapa berubah.
Nilai ini berbeda atau menyusut dari laporan yang disampaikan Bupati Aceh Tamiang H Mursil d rapat paripurna kelima atau Rancangan KUA/PPAS 2020 pada 15 Agustus lalu.
Ketika itu disebutkan pendapatan daerah sebesar Rp 1.580.084.802.217, belanja daerah Rp 1.590.084.802.217 dan pembiayaan Rp 10.000.000.000.
"Kami meminta perbedaan ini dijelaskan. Mengapa bisa terjadi," kata juru bicara Fraksi Gerindra, Salbiah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-mursil-ungkap-rapbk-menyusut.jpg)