Jumat, 15 Mei 2026

Pengurus K2M Aceh Dikukuhkan  

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh melantik pengurus Kelompok Kerja

Tayang:
Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh dan Kabag TU Kemenag Aceh, H Saifuddin SE mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, di aula Kanwil Kemenag Aceh, Selasa (5/11/2019) 

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh melantik pengurus Kelompok Kerja Madrasah (K2M) MI, MTs, dan MA se-Provinsi Aceh, Kamis (7/11), di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh. K2M dibentuk untuk saling berkoodinasi dalam membangun pendidikan madrasah di Aceh.

Daud Pakeh meminta pengurus K2M Aceh yang baru dilantik harus benar-benar berfungsi dan menjalankan perannya. Karena K2M merupakan forum kepala madrasah yang bertujuan untuk pengembangan mutu dan peningkatan professionalitas kepala madrasah. "Saya minta K2M harus berfungsi. Yang duduk di K2M harus mampu mencari kelemahan-kelemahan yang ada pada pendidikan kita dan mencari solusinya," kata kakanwil.

Menurutnya, yang terpenting para pengurus dapat menjalankan tugas pokoknya, seperti  membangun koordinasi dalam mengembangkan program pengajaran. Dia mengingatkan, keberadaan K2M diatur pada Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 90 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Selain pelantikan, selama tiga hari, 7-9 November 2019 pengurus mengikuti verval dan validasi soal semester serta simulasi sistem ujian semester berbasis online. Karena madrasah se-Aceh akan segera melaksanakan ujian semester secara online.

Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh, Idris mengatakan, melalui lembaga ini pihaknya juga ingin memetakan mutu pendidikan di Aceh. Sehingga nanti dapat dicarikan solusi penanganannya juga.

"Sehingga kedepan kita ingin tidak akan ada lagi perbedaan kualitas pendidikan antar daerah di Aceh, misalnya antara Simeulue dengan Banda Aceh maupun Banda Aceh dengan Singkil. Nanti kalau madrasah lemah, kita juga akan evaluasi gurunya nnti," ujarnya.

Kasi Kurikulum dan Evaluasi, Drs Mukhlis MPd mengatakan, dengan dana yang tersedia pihaknya berharap sekolah dapat terus menambah fasilitas komputer. Sehingga kedepan semua ujian berbahan kertas dapat terus ditinggalkan. Katanya, kemarin 120 peserta se-Aceh juga sudah duduk bersama membahas soal ujian semester secara online.(mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved