Selasa, 7 April 2026

Berita Banda Aceh

PKPU HI Fokus Kembangkan Program Pemberdayaan di Daerah Bencana

Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative (HI) merupakan lembaga kemanusiaan yang fokus pada pengembangan pemberdayaan setelah tanggap darurat.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
GM Bisnis Serambi Indonesia, Mohd Din dan News Manajer, Bukhari M Ali berbincang dengan Mardi Sahendra, National Partnership Manager Human Initiative (HI) saat bersilaturahmi ke Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (15/11/2019). 

PKPU HI Fokus Kembangkan Program Pemberdayaan di Daerah Bencana

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative (HI) merupakan lembaga kemanusiaan yang fokus pada pengembangan pemberdayaan setelah tanggap darurat.

Untuk Aceh, lembaga tersebut sedang konsen mengembangkan tanaman hidroponik di pondok anak yatim binaan HI.

Hal itu disampaikan Manager Kemitraan HI, Surya Ningsih saat bersilaturahmi ke Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (15/11/2019).

Surya Ningsih datang bersama National Partnership Manager HI, Mardi Sahendra, Kepala Cabang HI Aceh, Hamdani, Manager Program, Didi Apriadi, dan Manager Yatim, Malikul Shaleh.

Kedatangan mereka disambut GM Bisnis Serambi Indonesia, Mohd Din dan News Manajer, Bukhari M Ali.

“Di Aceh pemberdayaan pondok, khususnya bidang tanaman hidropknik. Pemasarannya dipasarkan ke Pasar Tani, hasilnya kita kembalikan ke anak-anak untuk tabungan mereka,” kata Ningsih.

DPRK Banda Aceh Kritisi Penerimanaan Pemko dari Retribusi Parkir yang Masih Jauh dari Potensi

Wali Kota Banda Aceh Raih Anugerah Kihajar 2019

Dalam kesempatan itu, Mardi Sahendra menyatakan, saat ini pihaknya memiliki lima pondok pesantren yang santrinya anak-anak yatim.

Ke lima pondok itu tersebar di Cot Suruy Kecamatan Blang Bintang, Siem Kecamatan Darussalam, Lueng Bata, Meulaboh, dan Lhoksemawe.

Lembaga yang sudah mendapat penghargaan anugerah Moeslim Choice Award 2018 sebagai katagori lembaga kemanusiaan yang mendapatkan pengakuan internasional itu menjadikan pemberdayaan sebagai program andalan setelah tanggap darurat ketika daerah mendapat musibah.  

“Kalau NGO lain setelah tanggap darurat di tinggalkan. Makanya kita melakukan pemberdayaan satu bulan setelah tanggap darurat sesuai kearifan lokal untuk mengangkat nilai ekonomi masyarakat. Seperti di lombok pemberdayaan kopi,” ujar dia.(*)

Simpan Makanan Bersama Plastik di Kulkas Seperti Menimbun Penyakit, Gantilah dengan Cara Ini

Disahkan tak Sesuai Aturan, Darwati Tolak Penetapan Fraksi PNA di DPRA, Hanya Akui PNA Versi Irwandi

Usai Bunuh Empat Anak, Istri dan Mantan Istrinya, Pria Ini Bawa Mayat Mereka Keliling Kota

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved