Breaking News:

Fakta-fakta Unik Aceh, Wanita dengan Mahar Termahal Hingga Punya Aturan Khusus

Hal-hal unik ini terdiri dari berbagai macam hal dari ketentuan hukum, kawasan wisata, hingga budaya seperti perempuan dengan mahar termahal.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Serka (k) Debi Fitria Nasution, pemeran Laksamana Malahati dalam drama kolosal yang ditampilkan pada upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Blangpadang, Jumat (10/11/2017). 

Wanita Aceh dikenal memiliki mahal termahal karena kecantikan parasnya.

Sebagian besar perempuan aceh berasal dari perpaduan banyak ras di dunia seperti etnis Tionghoa, India, Eropa hingga Arab, sehingga parasnya pun tidak diragukan lagi.

Mahar di Aceh dihitung dalam satuan mayam emas. Satu mayam emas setara dengan 3,33 gram emas murni 24 karat yang memiliki harga Rp 550 ribu per gramnya.

Dikalkulasikan dengan biaya pembuatannya maka satu mayam setara dengan Rp 1.831.500.

Mahal wanita Aceh berkisar dari 5 mayam hingga 50 mayam emas.

Bila pihak perempuan meminta 20 mayam emas, maka artinya kamu harus membayar sekitar Rp 36 juta belum termasuk biaya pernikahan hingga seserahannya.

6. Memiliki Dua Warisan Dunia Non Benda dari UNESCO

()

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan ekosistem terakhir di Bumi di mana gajah, harimau, badak dan orangutan masih hidup bersama. (Rainforest Action Network)

Daerah Aceh mempunyai dua warisan dunia non benda yang ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Pada bulan Juli 2004 lalu, UNESCO menetapkan bahwa Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai warisan dunia non benda menyertakan Taman Nasional Gunung Leuser yang 70% luas hutannya berada di provinsi Aceh

Taman Nasional Gunung Leuser menjadi satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi.

Sebagai kawasan konservasi dimana Badak, Orangutan, Gajah dan Harimau Sumatra liar hidup di dalam satu kawasan.

Kemudian, pada tahun 2011 Tari Saman menjadi salah satu warisan dunia non benda.

7. Pahlawan Wanita terbanyak di Dunia

()

Cut Nyak Dien (wikipedia.org)

Diketahui bahwa 2 pejuang wanita di Aceh masuk dalam 7 Warlord Women in The Lord yakni Laksamana Keumalahayati dan Commander Cut Nyak Dhien.

Bahkan kedua jenderal tersebut masuk dalam jajaran 10 Best Female Warrior at All Time dan Women Warrior in South East Asia.

Dalam sejarah Indonesia mencatat setidaknya ada 11 orang wanita aceh yang berjuang mulai dari era Kesultanan Samudra Pasai hingga zaman kolonial Belanda.

Beberapa nama perempuan tersebut diantaranya adalah Ratu Nahrisyah, Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Syah, Sri Sultan Nurul-Alam Naqiatuddin Syah, Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, Ratu Kamalat Zainatuddin Syah.

Kemudian Laksamana Malahayati atau “Keumalahayati”, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Baren, Pocut Meurah Intan, dan terakhir seorang ulama besar wanita bernama Teungku Fakinah.

8. Beberapa Peraturan yang Hanya Ada di Aceh

 

()

Kepala Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Mansur (rambut gondrong), menjelaskan aturan harus bisa mengaji sebelum menikah. (TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA)

Provinsi Aceh memiliki beberapa aturan khusus, seperti ketika di kampus dilarang mengenakan pakaian yang ketat dan transparan.

Lalu tidak diperbolehkan memakai kaus oblong dan berambut gondrong.

Khusus untuk mahasiswi tidak diperbolehkan memakai celana dan harus memakai rok.

Ketika kamu berwisata ke Aceh, bagi perempuan diharuskan menggunakan penutup kepala untuk menghormati budaya setempat.

Dan juga jangan keluar di atas jam 10 malam khusu untuk perempuan

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 8 Fakta Unik Aceh, Wanita dengan Mahar Termahal hingga Surga Bagi Pecinta Kopi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved