Jumat, 17 April 2026

Berita Bireuen

Santri Rumah Tahfidz Cureh Adakan Hafal Alquran dan Subuh Berjamaah 

Kehadiran santri untuk shalat subuh berjamaah diharapkan menjadi inspirasi bagi orang tuanya dan masyarakat umumnya.

Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Direktur Pesantren Tahfidz Momtaz Alfasy, Lhokseumawe, Ustadz Abdul Halim Lc LLM, menyampaikan tausiah usai shalat subuh berjamaah bersama orang tua dan santri Rumah Tahfidz, di Meunasah Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Minggu (17/11/2019). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ratusan santri Rumah Tahfidz, Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, mulai Minggu (17/11/2019) shalat subuh berjamaah di Meunasah desa tersebut.

Selain itu, santri Rumah Tahfidz itu juga belajar mengulang-ulang hafalan Alquran atau Muraja'ah Alquran. 

Setelah muraja'ah dilanjutkan dengan tausiah subuh yang disampaikan oleh Direktur Pesantren Tahfidz Momtaz Alfasy, Lhokseumawe, Ustadz Abdul Halim Lc LLM.

Alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini dalam tausiahnya antara lain mengatakan, shalat subuh berjamaah terutama bagi anak-anak adalah sesuatu yang berat.

Katanya, kehadiran santri untuk shalat subuh berjamaah diharapkan menjadi inspirasi bagi orang tuanya dan masyarakat umumnya.

Ia juga mengajak orang tua santri untuk berdoa agar mendapatkan anak yang saleh, sebagaimana doa yang dibacakan oleh para nabi. 

Ustadz Abdul Halim Lc LLM juga menceritakan kisah Nabi Zakaria yang tercantum dalam surah Maryam. 

"Terkadang hal yang mustahil bagi hamba, tapi tidak mustahil bagi Allah," ujarnya.

Ia melanjutkan, bagi anak anak, motivasi terbesar dalam menghafal Alquran datang dari orang tuanya, karena waktu di pengajian hanya sebentar selebihnya bersama orang tua.

"Membaca dan menghafal Alquran bukan untuk anak-anak saja, tapi untuk orang tua juga, jangan malu untuk belajar, terutama surat Alfatihah, karena surat tersebut kita baca dalam shalat," katanya.

Dari anak-anak penghafal Alquran, berkat mereka, saat yaumil hisab, anak penghafal Al Quran diberikan hak memberikan syafaat bagi keluarganya untuk masuk syurga.

Sementara itu, Pimpinan Rumah Tahfidz, Ustadz Iskandar mengatakan, santrinya berjumlah 180 dan rata-rata berdomisili di desa-desa tetangga hadir pagi-pagi sekali sebelum azan subuh berkumandang bersama orang tua masing-masing.

"Inilah yang membuat kami semangat, anak-anak sangat antusias," ucap Ustad Iskandar.

Ia mengharapkan shalat subuh berjamaah dan Muraja'ah Alquran ini dapat dijadikan agenda rutin bagi santrinya.(*)

Rumah Kosong di Lampaseh Aceh Sempat Terbakar, Akhirnya Diselamatkan Petugas DPKP Banda Aceh

Dapat Dana Intensif Rp 59 Miliar, Kota Sabang Fokus Peningkatan SDM

Sambut Ekowisata, Pusongkapal di Aceh Tamiang Disulap Jadi Kampung Pelangi

Hari Ke-8, TKI asal Aceh Korban Kecelakaan di Malaysia belum Sadarkan Diri, Komunitas Galang Dana

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved