Bocah 10 Tahun Tewas Terbakar di Dalam Rumah dengan Kondisi Terpasung, Ini Kronologinya
Tubuh bocah 10 tahun itu ditemukan hangus terbakar dengan kaki masih terikat rantai, tak lama petugas selesai memadamkan api.
Ia masih mengingat jelas ada bekas tali ikatan di kaki ZKA.
Dari dalam rumah kontrakan Suhin, Ervin sering mendengar ZKA berteriak. Ia menduga bocah itu lapar.
Warno (61), juru parkir di rumah makan pernah mendapati ZKA masuk ke sebuah minimarket dan mengacak-ngacak barang-barang di sana.
• Selang Gas Bocor Saat Persiapan Masak Jelang Pesta Nikah, Dapur Tuan Rumah di Susoh Abdya Terbakar
• Vivo S1 Pro Diluncurkan 25 November, Sudah Bisa Dipesan Sekarang, Begini Caranya!
Hanya Seminggu di Rumah Singgah
Di pelataran rumah singgah Dinsos, ZKA mendapat kebebasannya: bisa berlarian ke sana-sini dengan pengawasan para relawan.
Tatapannya tak memberikan reaksi berlebihan ketika menaiki ayunan di taman rumah singgah pada Maret lalu.
Sesekali ia mengedarkan pandangannya ke beberapa orang di dekatnya.
Sejumlah koreng di kakinya mulai mengering. Ada juga luka di kepalanya, terlihat dari sela-sela rambutnya.
Ade, wanita relawan rumah singgah Dinsos Tangsel, menyodorkan roti bantal sekepalan tangan bayi dan langsung dilahap ZKA.
Roti tersebut ia masukkan utuh ke dalam mulut dan perlahan baru dikunyah.
Zidni Khoiri Alfatiri (10) sedang berlarian di pelataran rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos), Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (14/3/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)
"Sebelumnya juga dikasih makan nasi begitu, dimasukkan semua ke mulut," cerita Ade.
Zulkarnain, pria asal Wamena, yang menjadi relawan rumah singgah turut menjaga ZKA.
Ia ikut mengevakuasi si bocah dari kontrakan ke rumah singgah.
"Sangat memprihatinkan karena kakinya itu sedang dipanco (dipasung) atau dirantai."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-10-tewas-terbakar-diduga-dalam-keadaan-dipasung.jpg)