Breaking News:

Irwandi Minta Nova Surati Presiden,  Agar Dirinya Dibebaskan

Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, yang saat ini mendekam di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Editor: bakri
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
GUBERNUR Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf 

* Tanggapi Curahan Hati Plt Gubernur

BANDA ACEH - Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, yang saat ini mendekam di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menanggapi curahan hati Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Nova sebelumnya mengaku berat bekerja sendiri memimpin Aceh dan berharap Irwandi bisa segera bebas.

Pernyataan Irwandi tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya di Jakarta, Sayuti Abubakar. Semua pernyataan Irwandi dikirim utuh oleh Sayuti ke Serambi melalui WhatsApp tadi malam.

Dalam pernyataannya, Irwandi sepakat dengan Nova Iriansyah bahwa mengurus Aceh itu memang tidak mudah dan tidak bisa sendiri. Karena itu pula, ia dulu mengajak Nova mendampinginya untuk menghebatkan Aceh melalui kontestasi Pilkada 2017.

“Tapi sayang sekali hanya satu tahun saja saya sempat bersama Pak Nova menjadi pemimpin Aceh. Sedikit banyaknya, Pak Nova juga tahu saya dimangsa oleh predator. Dapat dimengerti, mengurus Aceh Hebat memang tidak mudah, apalagi kalau diganggu oleh parasit-parasit yang seolah-olah sahabat dan sekarang terbukti hanya sebagai penikmat manfaat,” kata Irwandi.

Dia cukup mengapresiasi harapan Nova Iriansyah yang menginginkan dirinya bebas. Harapan itu, menurut Irwandi, merupakan pengenjantawahan doa tulus seorang Nova. “Memang harapan dan doa itu harus semata-mata diajukan kepada Allah sembari berusaha juga. Allah tidak akan mengabulkan doa jika tidak disertai dengan usaha,” tambah Irwandi.

Untuk itu, dia meminta Nova melakukan usaha agar harapannya untuk kebebasan Irwandi bisa terwujud. Pria yang juga akrab disapa Tgk Agam ini meminta Nova menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dirinya dibebaskan.

“Pak Gubernur Plt dapat menulis surat kepada Presiden dan Mendagri. Juga akan lebih baik lagi jika dapat menggandeng yang mulia Ketua DPRA.  Wali Nanggroe dapat menyurati Presiden secara terpisah,” sarannya.

Lalu apakah masih ada kemungkinan Irwandi bisa bebas? Gubernur nonaktif Aceh ini mengatakan tidak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. “Bila Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Tentu saja saya berharap bebas. Dua pengadilan sudah saya lalui, Pengadilan Negeri Jakpus dan Pengadilan Tinggi DKI, tapi pengadilan itu pengadilan politik. Saya ditangkap karena dua hal, pertama politik, kedua karena ada yang serakah, khawatir terganggu keserakahannya oleh saya,” pungkas mantan mantan Juru Propaganda GAM ini.

Saat ini, Irwandi mengatakan, kasusnya masih terus berproses atas pengajuan kasasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Ia masih menunggu keputusan Mahkamah Agung (MA) dan diperkirakan masih memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan lagi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved