Berita Banda Aceh
Anak Sekolah di Luar Negeri, Banyak Pejabat Kasih Hasanah Card
Banyak pejabat di Indonesia yang memberikan iB Hasanah Card kepada anak-anaknya yang bersekolah di luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya....
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Jalimin
Anak Sekolah di Luar Negeri, Banyak Pejabat Kasih Hasanah Card
Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banyak pejabat di Indonesia yang memberikan iB Hasanah Card kepada anak-anaknya yang bersekolah di luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko dari sisi syariah, pasalnya kartu ini tidak dapat digunakan pada tempat-tempat atau restoran yang tidak tersedia makanan halal.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo saat bersilaturrahmi sekaligus sosialisasi dan literasi mengenai produk dan layanan BNI Syariah, di Kantor Harian Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar- Banda Aceh, Jumat (22/11/2019).
"Hasanah Card itu bekerja sama dengan MasterCard yang hanya dapat digunakan pada restoran dan tempat-tempat yang halal. Kalau kita pakai kartu ini dan ketika masuk ke restoran, lalu direject kartunya, itu bukan karena tidak ada uang tapi karena disitu tidak ada makanan halal," jelasnya.
• Kodam IM Sosialisasi Pencegahan Narkoba, 280 Prajurit TNI Jalani Tes Urine
• Hasil Semifinal Liga 2 Persiraja Vs Persik - 90 Menit tanpa Gol, Kedua Tim Dipaksa Main Extra Time
• Saat Kebakaran di Samalanga, Seorang Pemilik Toko Sedang Khutbah Jumat, Begini Kronologisnya
Lebih jelas, Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit berdasarkan prinsip syariah, yaitu dengan sistem perhitungan biaya bersifat tetap, adil, transparan, dan kompetitif tanpa perhitungan bunga yang diterima di seluruh tempat bertanda MasterCard, dan semua ATM yang bertanda CIRRUS di seluruh dunia yang diterbitkan oleh BNI Syariah.
Dikatakan, dengan tema halal destination city maka produk ini juga mendukung adanya halal travel. Di Indonesia, hanya ada dua kota yang diakui dunia sebagai halal destination yaitu Padang dan Lombok.
"Mungkin Aceh sebentar lagi yang masuk dalam world travel," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Firman juga menyampaikan terkait Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Dalam rangka mendukung qanun tersebut, pihaknya langsung turun untuk memberikan literasi dan edukasi ke masyarakat tentang BNI Syariah.
• Pelamar CPNS Aceh Tamiang Kecewa, Prioritas Putra Daerah Dibatalkan, Begini Reaksi Calon Peserta
Sejauh ini, kata Firman, lebih 95 persen nasabah BNI baik itu nasabah dana atau pembiayaan bersedia pindah ke Syariah.
Sementara survei yang dilakukan terhadap pegawai BNI terkait minat berpindah ke BNI Syariah juga ditemukan sebanyak 78 persen pegawai bersedia untuk pindah ke BNI Syariah.
Selain itu, ia juga menyampaikan dari 31 cabang, dua cabang sudah tutup dan berkonversi menjadi BNI Syariah yaitu di Bener Meriah dan Keutapang.
Sementara yang lain juga akan menyusul konversi ke syariah hingga 2020, sehingga nanti totalnya ada sekitar Rp 3,2 triliun pindah pengalihan bisnis dari konvensional ke syariah.
Ia mengatakan gedung, kendaraan dan tanah milik BNI juga akan masuk ke dalam modalnya BNI Syariah. Sehingga BNI Syariah mendapat tambahan modal sekitar Rp 400 miliar lebih, serta penambahkan aset sekitar Rp 3 triliun.
"Mudah-mudahan BNI Syariah Aceh menjadi kantor cabang terbesar karena kelimpahan 31 cabang konversi ke syariah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/direktur-utama-bni-syariah-abdullah-firman-wibowo-kunjungi-serambi-indonesia.jpg)