Sabtu, 11 April 2026

DPR Aceh

Anggota DPRA Minta Dinas SDA Aceh Segera Turun ke Aceh Selatan, Terkait Abrasi di Krueng Kluet

Ali Basrah mengaku sangat prihatin dengan ancaman abrasi yang sudah bertahun-tahun terjadi di sepanjang DAS Kreung Kluet tersebut.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over dokumen pribadi
Anggota DPRA, Ali Basrah 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H Ali Basrah SPd MM meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk secepatnya turun ke lapangan melihat dan mengambil langkah-langkah mengatasi Abrasi yang terjadi di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Kluet, Kabupaten Aceh Selatan.

"Informasi yang saya terima puluhan rumah warga di sepanjang DAS Krueng Kluet, sudah sangat terancam akibat abrasi yang kian meluas, karenanya kami meminta Dinas SDA dan BPBA untuk secepatnya turun ke lapangan melihat dan mengambil langkah - langkah mengatasi abrasi tersebut," kata H Ali Basrah kepada Serambinews.com via telpon seluler, Jumat (22/11/2019).

Politisi Partai Golkar ini mengaku sangat prihatin dengan ancaman abrasi yang sudah bertahun-tahun terjadi di sepanjang DAS Kreung Kluet tersebut.

Semestinya persoalan tersebut menjadi prioritas Pemerintah Aceh melalui Dinas terkait karena kondisinya selain sudah mengancam pemukiman penduduk juga sudah mengancam jiwa masyarakat sekitar.

"Masyarakat yang tinggak di sepanjang DAS itu sudah tidak nyaman, karena bisa saja ketika terjadi banjir besar abrasi tersebut semakin meluas dan mengamblaskan rumah mereka. Karenanya kita desa Dinas SDA dan BPBA untuk segera turun ke lokasi," harap H Ali Basrah.

Abrasi yang sudah bertahun-tahun terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Kluet, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan ini semakin meluas pasca terjadinya hujan lebat beberapa hari lalu. 

Akibat abrasi ini, beberapa unit rumah warga di Gampong Keude Padang, Kecamatan Kluet, harus dibongkar. Demikian juga lapangan bola amblas ke sungai, bahkan pemakaman umum juga harus dipindahkan. 

Beberapa waktu lalu, Camat Kluet Utara, Aceh Selatan, H Zainal A SE juga berharap kepada Anggota DPRA untuk membantu memperjuangkan pembangunan tanggul pengaman tebing di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kluet.

Pasalnya, akibat abrasi di DAS Kluet meluas, puluhan rumah penduduk di Kemukiman Kuala Ba'u sudah sangat terancam keberadaannya.

"Penanganan abrasi Krueng Kluet ini tidak akan mampu ditangani dengan APBK. Sebab DAS yang harus dibangun tanggul pengaman tebing dari batu gajah ini sekitar 1 Km," kata H Zainal waktu itu.

Persoalan ini, lanjut H Zainal tentunya menjadi PR dan tugas anggota DPRA yang baru dilantik, sebab jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rumah penduduk di Keude Padang akan terus amblas ke sungai.

Pasalnya, abrasi yang terjadi sejak 2017 dan hingga kini belum ada penanganan yang permanen.

"Baru-baru ini ada penanganan sekitar 18 meter, sedangkan yang dibutuhkan sekitar 1 Km," timpal kata Keuchik Keude Padang, Muzakir beberapa waktu lalu. didampingi Mukim Kuala Ba'u, T Samsuar Itam dan Camat Kluet Utara, H Zainal A.

Menurut Muzakir, akibat abrasi yang kian meluas itu, tujuh rumah warga di Gampong Keude Padang terpaksa dibongkar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved