Rabu, 29 April 2026

Fans Timnas Indonesia Dikeroyok oleh Suporter Malaysia, Ini Kronologi Versi Korban

Salah seorang yang mengaku menjadi korban mencoba menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut.

Tayang:
Editor: Amirullah
VNEXPRESS/BINH LAM
Suporter Indoensia di Stadion My Dinh pada laga Timnas U-23 Indonesia vs Thailand dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 21 Maret 2019. 

SERAMBINEWS.COM - Kasus pengeroyokan fans timnas Indonesia oleh suporter Malaysia kini telah memunculkan kronologi versi korban.

Perselisihan antar suporter mewarnai panasnya persaingan timnas Indonesia dan Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia dan Malaysia baru saja bertemu dalam laga lanjutan kualifikasi di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019).

Pada laga tersebut, Malaysia unggul 2-0 atas Indonesia memalui brace Muhammad Safawi bin Rasid (30' dan 73').

Namun demikian, kemenangan Malaysia ternoda karena ulah para suporternya.

Pasalnya, suporter tim tuan rumah melakukan pengeroyokan terhadap fans timnas Indonesia yang hadir langsung di Malaysia.

Pengeroyokan Suporter Indonesia Viral di Medsos, Menpora Malaysia Minta Polisi Usut Hingga Tuntas

Tak Pernah Muncul Lagi di ILC, Rocky Gerung Ungkap Jawabannya, Singgung Nama Karni Ilyas

Salah seorang yang mengaku menjadi korban mencoba menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut.

Korban menceritakan detail kronologi kejadian melalui akun Twitter fans Semen Padang, @spartacks_spfc.

Berdasarkan penjelasan versi korban, pengeroyokan itu terjadi satu hari sebelum laga Malaysia vs timnas Indonesia bergulir.

Saat itu korban baru saja makan malam di Jalan Alor bersama rekan-rekanya sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kekerasan terhadap Pendukung Indonesia, PSSI Kecam Kebrutalan Oknum Suporter Malaysia

Ceramah di KPK, Ustaz Abdul Somad Tolak Air Minum Hingga Pegawai yang Undang Bakal Diperiksa

Mereka kemudian berjalan menuju sebuah restoran cepat saji yang terletak di kawasan Bukit Bintang.

Setelah tiba di lokasi, korban dan seorang bernama Fuad mulai berpisah dengan rombongan lain karena berbeda tempat menginap.

Korban bersama Fuad menginap di Hotel D'Majestic di Jalan Padu, sedangkan rombongan lain bermalam di hotel di kawasan Bukit Bintang.

Keduanya lantas memesan taksi online untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Namun, ada kejanggalan saat keduanya menunggu kedatangan taksi online.

Sumber: BolaStylo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved