Berita Aceh Barat

Erosi Krueng Woyla Hantam Abutment Jembatan Peuribu di Aceh Barat

Satu unit jembatan rangka baja di lintas jalan nasional, Kawasan Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat terancam rusak dan ambruk

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Aliran Krueng Woyla menerjang bagian abutment jembatan rangka baja di jalan Nasional lintas Meulaboh-Banda Aceh kawasan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Kondisi tersebut sangat membahayakan yang mengancam terganggunya arus lalu lintas di Pantai Barat Selatan jika jembatan tersebut ambruk atau rusak akibat banjir. Foto direkam, Minggu (24/11/2019) 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satu unit jembatan rangka baja di lintas jalan nasional, Kawasan Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat terancam rusak dan ambruk.

karena bagian abutment sedang dihantam oleh erosi Krueng Krueng Woyla yang kian mengganas saat ini.

Menggananasnya erosi Krueng Woyla tersebut selain terancam ambruknya jembatan akibat kikisan sungai, juga mengancam sejumlah perumahan warga di daerah itu yang saat ini terus terkikis setiap kali banjir.

Sementara bagian abutment yang sedang dihantam arus sungai tersebut terlihat sudah dipasang tanggul darurat berupa penyusunan goni yang berisikan tanah dan pasir.

Oknun PNS Aceh Selatan Diduga Curi Kotak Amal, Aksi Ketiga Terekam CCTV, Diperiksa di Polres Abdya

Hal itu sebagai salah satu upaya mencegah percepatan ambruknya abutment jembatan tersebut.

“Kalau tidak segera ditanggulangi, kita memprediksikan jembatan tersebut hanya bisa bertahan selama 2 atau 3 bulan ke depan, dan jika jembatan tersebut rusak tentu arus lalu lintas di Pantai Barat Selatan Aceh akan lumpuh,” ungkap Amiruddin, mantan Keuchik Peribu kepada Serambinews.com, Minggu (24/11/2019) yang juga saat ini menjabat sebagai Panglima Laot Aceh Barat.

Dikatakannya, kebijakan pemerintah untuk percepatan penanganan jembatan rangka baja di Peuribu itu sangat diharapkan oleh masyarakat luas.

Terlebih beberapa waktu yang lalu Plt Gubernur Aceh telah menyaksikan langsung kondisi jembatan tersebut.

Sehingga besar harapan adanya penanganan cepat sebelum terjadi kerusakan yang bisa menghambat arus transportasi di wilayah Pantai Barat Selatan kedepan.

Kunjungi Guru Honorer yang Dianiaya, Kadisdikbud Subulussalam: Diprioritas Jadi Guru Kontrak 2020

Sementara jalan alternatif lain jika suatu saat jembatan tersebut ambruk, akan membutukan waktu 40 menit melalui jembatan Ie Itam Baroh, Kecamatan Woyla mencapai 30 kilo meter lebih dengan kondisi jalan sempit.

Sehingga kondisi tersebut memerlukan perhatian serius untuk segera adanya penaganan terhadap jembatan Peuribu tersebut.

Segera Ditangani Provinsi

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Riflizar SE saat dikonfirmasi Serambi, (24/11/2019) secara terpisah terkait ancaman kerusakan jembatan rangka baja di Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek akibat erosi Krueng Woyla, menurutnya akan segera dilakukan penanganan pada 2020 oleh Pemerintah Provinsi.

Pihaknya di daerah jauh hari telah melaporkan hal itu sebelum Plt Gubernur meninjau langsung ancaman kerusakan jembatan tersebut untuk segera ada langkah penanganan yang menjadi urat nadi di wilayah itu saat ini.

Sehatkah Jantung Anda? Coba Sentuh Ujung Kaki, Kita akan Segera Tahu Jantung Bermasalah Atau Tidak

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved