Breaking News:

Berita Abdya

Puluhan Sekolah Krisis Siswa, Ini Ketentuan Diterapkan Pemkab Abdya

Sejumlah SD tersebar di sembilan kecamatan di Abdya memiliki peserta didik satu kelas tidak sampai 10 orang, bahkan ada satu hanya satu orang siswa.

Hand-over kiriman warga.
Guru sedang mengajar di salah satu SMP di Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya. 

Sistem zonasi merupakan sebuah sistem pengaturan proses penerimaan siswa baru sesuai dengan wilayah tempat tinggal. Sistem ini diatur dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.

Penerapannya sudah di-SK-kan oleh Bupati Abdya, diberlakukan  mulai tahun ajaran baru 2020. Dengan berlaku sistem ini tidak ada lagi istilah favorit dan non favorit.

Karena dengan sistem zonasi, maka peserta didik bertempatkan tinggal di beberapa desa yang mudah menjangkau sekolah tertentu, tidak bisa lagi sekolah lagi keluar. “Kecuali, murid dan siswa berprestasi, dan itu pun ada persentasenya,” kata Muhammad Hasan.

Dengan penerapan sistem zonasi dalam penerimaan murid dan siswa baru, maka tidak ada lagi istilah sekolah yang dianggap sekolah favorit dan non favorit.  

Seperti diberitakan bahwa dari 108 SD dan 29 SMP tersebar di sembilan kecamatan Kabupaten  Abdya, puluhan sekolah diantaranya mengalami krisis murid dan siswa.

Hal dilihat  berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Abdya.

Dari 108 SD di Abdya, puluhan diantaranya jumlah peserta didik satu kelas sebagian besar kurang dari 20 orang, bahkan tidak sampai 10 orang per kelas.

Peristiwa sama dialami sejumlah SMP di Kabupaten Abdya. Dari 29 SMP Negeri dan Swasta, beberapa diantaranya mengalami krisis siswa.

Karena jumlah peserta didik satu kelas kurang dari 10 orang, bahkan ada hanya 3 siswa satu kelas.

Diantara 108 SD, tidak kurang 22 diantaranya mengalami krisis murid.

Halaman
1234
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved