BPBD Akan Bangun Huntara Korban Kebakaran
Korban kebakaran di Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, akan mendapat bantuan berupa hunian sementara (Huntara)
SUBULUSSALAM - Korban kebakaran di Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, akan mendapat bantuan berupa hunian sementara (Huntara). Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Subulussalam, Nesal Putra, saat dikonfirmasi Serambi, Minggu (24/11).
Selain rumah korban kebakaran di Suka Maju, Pemko Subulussalam juga akan membantu warga yang rumahnya terbakar akibat sambaran petir di Desa Danau Teras, Kecamatan Simpang Kiri, Jumat lalu. Dikatakan, kedua warga ini dinilai sebagai korban bencana dan menjadi tugas pemerintah memberi bantuan.
Adapun nominal bantuan, kata Nesal, sesuai harga material yang akan dibangunkan untuk rumah hunian sementara. Berdasarkan spek, maka bangunan huntara berukuran sekitar 5X7 meter dengan konstruksi kayu dan atap seng. ”Jadi ini hunian sementara, nanti akan segera kita bangun termasuk bagi korban sambaran petir yang rumahnya terbakar di Desa Danau Teras,” ujar Nesal.
Lebih jauh dijelaskan, sampai saat ini BPBD belum mempunyai formulasi terkait penanganan petir atau kebakaran. Sebab, untuk petir merupakan fenomena alam yang sulit dideteksi. Kendati demikian, BPBD menganggap korban petir yang mengenai bangunan bagian dari bencana dan sesuai tugasnya memberikan bantuan. Sementara untuk masalah kebakaran juga tidak terlepas dari kewaspadaan warga dalam menjaga potensi yang bisa memicu api.
Nesal mengaku kebakaran yang terjadi di Desa Suka Maju dengan cepat dapat dipadamkan lantaran bangunannya terpisah dengan rumah penduduk. Hal ini membuat jumlah korban tidak banyak. Bangunan berkonstruksi kayu yang terbakar dihuni tiga jiwa yakni suami-istri bersama anaknya.
Menyangkut penyebab kebakaran di Sultan Daulat, Nesal mengaku berdasarkan keterangan masyarakat, korsleting arus pendek listrik. Sebenarnya hal ini hanya dapat dibuktikan melalui penyelidikan dan kewenangan kepolisian. Adapun BPBD ranahnya hanya memberikan bantuan baik upaya pemadaman melalui armada pemadam hingga sembako dan rekonstruksi kembali bangunan yang rusak.
Nesal berharap, warga lebih lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran. Beberapa pemicu kebakaran seperti lilin, api kompor atau membakar sampah, menurut Nesal, sebaiknya menjadi perhatian masyarakat. Sebab, jika hal ini terabaikan bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi orang lain atau tetangga. ”Yang terpenting mari lebih waspada. Jangan lalai saat memasak lalu tinggalkan kompor dalam keadaan menyala. Ini berbahaya, atau membakar sampah tanpa diperhatikan,” imbau Nesal.
Sapri (26), warga Desa Suka Maju (Gelombang), Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, harus mengungsi ke rumah orangtuanya setelah musibah kebakaran melanda rumahnya, Minggu (24/11/2019) siang. ”Mereka mengungsi ke rumah orangtuanya,” kata Arizal Barat alias Ezhal Phonsel kepada Serambi.
Menurut Arizal, kebakaran yang melanda daerah ini membuat Sapri kehilangan tempat tinggal serta semua harta benda di dalamnya. Pasalnya, saat kejadian, Sapri bersama keluarga sedang berada di luar rumah. Kobaran api baru dapat dipadamkan setelah seluruh isi bangunan berkonstruksi kayu ini musnah jadi arang. (lid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebakaran-di-sultan-daulat-subulussalam.jpg)