Berita Aceh Singkil
Pengerukan Anak Laut Aceh Singkil Batal Dianggarkan, Nelayan Kesulitan Melaut
Dampak batalnya anggaran pengerukan Anak Laut masuk dalam APBK 2020, juga berefek tidak berfungsinya pelabuhan ikan.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Dampak batalnya anggaran pengerukan Anak Laut masuk dalam APBK 2020, juga berefek tidak berfungsinya pelabuhan ikan. Padahal, fasilitas pelabuhan ikan sudah dibangun pada tahun ini dengan dana Rp 9,2 miliar. Pelabuhan ikan tidak fungsional, sebab boat nelayan yang menggunakan manfaatnya tidak bisa sandar.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nelayan di Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, mengaku sangat kecewa.
Pasalnya, anggaran pengerukan Anak Laut dibatalkan.
Lantaran Anak Laut, sebagai jalur pelayaran ke luar masuk boat nelayan ke laut mengalami pendangkalan hebat.
Boat nelayan kerap kandas, akibat Anak Laut mengalami pendangakalan.
Kondisi itu sangat merugikan nelayan.
Sebab kipas boat kerap patah.
• Ini Tulisan di Baju yang Dikenakan Mayat Pria Terapung di Krueng Lamnyong
Kemudian ketika kandas, ikan busuk.
Karena tidak segera bisa dibawa ke daratan.
"Nelayan kami sangat kecewa, anggaran pengerukan Anak Laut dibatalkan. Ini sangat menyakitkan hati para nelayan," kata Mohd Dhin, Keuchik Desa Gosong Telaga Utara, Rabu (27/11/2019).
Menurut Mohd Dhin, sekitar 98 persen masyarakatnya merupakan nelayan.
Akibat pendangakan Anak Laut, menyebabkan nelayan sulit melaut.
"Saya didatangi nelayan, mereka mengungkapkan kekecewaaan atas pembatalan anggaran pengerukan Anak Laut pada APBK 2020," ujar Mohd Dhin.
• 6 Tim Sudah Lolos Babak 16 Besar Liga Champions, 8 Klub Lagi Berpeluang Lolos Dini Hari Nanti
Selain nelayan Gosong Telaga Utara, kekecewan atas batalnya penganggaran pengerukan Anak Laut, juga dirasakan nelayan Gosong Telaga Timur, Gosong Telaga Selatan dan Gosong Telaga Barat.
Sebab, nelayan di sana sama-sama merasakan dampak pendangkalan Anak Laut.
Dampak batalnya anggaran pengerukan Anak Laut masuk dalam APBK 2020, juga berefek tidak berfungsinya pelabuhan ikan.
Padahal, fasilitas pelabuhan ikan sudah dibangun pada tahun ini dengan dana Rp 9,2 miliar.
Pelabuhan ikan tidak fungsional.
Sebab boat nelayan yang menggunakan manfaatnya tidak bisa sandar.
Menyusul batalnya pengerukan Anak Laut.
• SEA Games 2019 Filipina Kacau, Fasilitas Tak Memadahi, Makanan Halal Haram Tak Dipisahkan
Yan Junaidi, Kasubag Program Dinas Perikanan Aceh Singkil, membenarkan pengerukan Anak Laut, batal dianggarkan pada APBK 2020.
Menurut Yan, Dinas Perikanan sudah mengusulkan anggaran pengerukan Anak Laut, dengan mengurangi anggaran operasional dan rutinitas kantor.
Hal itu dilakukan mengingat pengerkan Anak Laut, sangat mendesak.
Sayangnya, dalam pembahasan APBK 2020 di Dewan, tidak mendapat persetujuan.
• Grasi Presiden Jokowi kepada Terpidana Korupsi Annas Maamun yang Menuai Kritik hingga Dikecam
"Dinas Perikanan rela berhemat demi ploting anggaran pengerukan Anak Laut. Tapi tidak mendapat persetujuan. Nahasnya anggaran itu setelah dicoret dialihkan ke instansi lain," kata Yan.
Sebelumnya Badan Anggaran DPRK Aceh Singkil, saat rasionalisasi usulan belanja eksekutif 2020 mencoret anggaran pengerukan Anak Laut senilai Rp 1 miliar.
Hingga palu pengesahan APBK 2020, Selasa (26/11/2019) petang usulan anggaran pengerukan Anak Laut, tak muncul.
"Seharusnya dewan sebelum mencoret bertanya dulu sama nelayan," kata Mohd Dhin Keuchik Gosong Telaga Utara.
Nelayan berharap Pemkab Aceh Singkil, secepatnya mencari solusi.
"Jangan sampai nelayan kelaparan tidak bisa ke laut, karena Anak Laut dangkal. Kalau sudah urusan perut nanti bisa berdampak besar," tegas Mohd Dhin. (*)
• Jalan Menuju SMK Singkil Utara Amblas, Di Satu Lokasi Setelah Amblas Pertama, Hanya Ditutup Tanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelabuhan-ikan-anak-laut-singkil.jpg)