Dyah Erti Terima Penghargaan Unicef
United Nations Children's Fund (Unicef) atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Perwakilan Aceh menyelenggarakan
BANDA ACEH - United Nations Children's Fund (Unicef) atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Perwakilan Aceh menyelenggarakan Malam Syukuran, Apresiasi, dan Silaturahmi untuk Para Pejuang Hak Anak di Aceh, Kamis (28/11), di Ballroom Hermes Palace Hotel Banda Aceh.
Selain kepada Pemerintah Aceh dan sejumlah kabupaten/kota di provinsi ini, penghargaan (apresiasi) juga diberikan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan individual.
Penghargaan untuk kategori individual diberikan Unicef kepada Dr Dyah Erti Idawati MT, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh atas perannya yang gencar dalam mengampanyekan gerakan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Aceh.
Unicef juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Aceh atas komitmennya dalam usaha pengentasan permasalahan malnutrisi ibu dan anak di Aceh.
Penghargaan serupa diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, Kabupaten Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Simeulue.
Penghargaan juga diberikan kepada Forum Anak Tanah Rencong (Fatar) atas partisipasinya dalam mengampanyekan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak serta partisipasi anak di Aceh.
Anugerah tersebut berupa plakat diserahkan oleh Kepala Unicef Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama di depan sekitar 150 tamu undangan yang umumnya adalah pegiat, pemerhati, dan pejuang hak-hak anak di Aceh.
Sebagaimana diketahui, sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh akibat gempa dan tsunami 2004, Unicef sudah menjalankan programnya di Aceh hingga saat ini.
Di Aceh, Unicef belakangan ini aktif mengampanyekan upaya pencegahan stunting, imunisasi pencegahan rubella, pencegahan dan penanganan malnutrisi, serta pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penguatan sistem perlindungan anak sebagai bagian dalam pemenuhan hak anak di Aceh.
Unicef adalah organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak.
Organisasi ini didirikan pada 11 Desember 1946 dan bermarkas di New York, Amerika Serikat. Dana organisasi ini berasal dari sumbangan sukarela pemerintah-pemerintah, dan pribadi-pribadi (orang-orang kaya) di seluruh dunia. Dengan bantuan lebih dari 7.000 orang yang bekerja di 158 negara, Unicef membantu terwujudnya tatanan dunia yang menghargai hak-hak anak.
Unicef bekerja di seluruh dunia untuk menanggulangi kemiskinan, kekerasan, wabah penyakit, dan diskriminasi. Tujuan utama Unicef menurut Andi Yoga Tama, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak dan ibu, memastikan bahwa bayi-bayi mempunyai awal hidup yang baik, memajukan pendidikan bagi anak-anak, termasuk anak perempuan, melindungi anak-anak dari wabah penyakit, dan menjaga kesehatan mereka khususnya di negara-negara berkembang.
Di berbagai belahan dunia, Unicef juga berusaha mencegah penyebaran HIV/AIDS di kalangan generasi muda dan berupaya mengurangi penderitaan akibat bencana alam dan peperangan. Sebagai contoh, ketika di Fiji terjadi bencana angin topan pada 14 Desember 2009, Unicef Pasifik memberikan bantuan kepada anak-anak dan keluarganya yang menjadi korban. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anugrahunicef.jpg)