Senin, 4 Mei 2026

Wanita Inspiratif

17 Tahun Nek Nonong Membantu Ibu-ibu Bersalin Tanpa Pamrih

Nek Nonong senantiasa membantu para ibu bersalin sejak tahun 2002 atau sudah sekitar 17 tahun.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over dokumen pribadi
Nek Nonong 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tidak hanya untuk guru, tapi pribahasa “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” juga layak disandangkan kepada Rusinem (55) atau Nek Nonong, yaitu tenaga non kesehatan asal Gampong Pelita Sago Jaya, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, yang senantiasa membantu para ibu bersalin sejak tahun 2002 atau sudah sekitar 17 tahun.

Setiap hari rumah Nek Nonong ramai dikunjungi warga dari berbagai desa dan kecamatan dalam wilayah Aceh Timur, agar dapat dikusuk atau dipijat.

Pengunjung umumnya kaum ibu yang membawa anak-anak atau bayinya untuk dikusuk oleh Nenek Nonong. Warga rela mengantre dari pagi sampai sore.

Tak jarang Nenek Nonong juga ikut membantu ibu hamil untuk bersalin. Tentu Nenek Nonong tidak sendiri, melainkan kerjasama dengan para bidan.

Namun sayangnya, begitu lama Nenek Nonong melakoni aktivitasnya, belum mendapatkan penghargaan yang layak dari Pemerintah.

“Saya melakoni kegiatan ini sudah sejak tahun 2002, tanpa mengharap imbalan.  Intinya, saya bekerjasama dengan bidan menolong ibu bersalin dengan mengutamakan keselamatan ibu dan bayinya,” ungkap Rusinem atau Nenek Nonong, kepada Serambinews.com, Minggu (1/12/2019).

Rusinem mengaku setiap menolong ibu bersalin ia bekerjasama dengan ibu bidan desa tempat pasien tinggal. Sedangkan, kalau kusuk ibu hamil, atau anak-anak dilakoninya sendiri di rumahnya atau di rumah warga yang mengundangnya.

“Kadang-kadang dalam sembulan bisa nolong 5 orang ibu bersalin. Tidak ada gaji khusus, jerih payahnya kadang dikasih oleh si bidan,” ungkap Rusinem, yang mengaku mottonya bekerja hanya untuk membantu dengan selamat, tanpa pamrih, serta mencari amal, dan menjalin persaudaraan.

Rusinem juga mengaku sudah beberapa kali mengikuti pelatihan menolong ibu bersalin bersama para bidan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Harus Kerjasama dengan Bidan

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh Timur, Zainal Abidin SKM MKes, membenarkan bahwa beberapa kecamatan di Aceh Timur, proses persalinan ibu hamil masih ditolong oleh tenaga non kesehatan yang bekerjasama dengan bidan.

Jumlah petugas non kesehatan yang membantu persalinan ibu melahirkan di Aceh Timur, sekitar 15 orang yang tersebar di Kecamatan Indra Makmu, Simpang Jernih, dan Serbajadi Lokop.

Zainal Abidin, mengatakan para tenaga non kesehatan di Aceh Timur, sudah dibekali pelatihan kemitraan dengan bidan sejak 2009.

Sesuai kewenangannya, jelas Zainal, tenaga non kesehatan hanya diperbolehkan memeriksa kandungan ibu hamil dengan cara dipijat atau dikusuk. Tujuannya untuk kesehatan di bayi dan ibunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved