Kamis, 21 Mei 2026

Hakim Jamaluddin Dihabisi Orang Dekat,  Ketua PN dan Asisten Pribadi Turut Diperiksa  

Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin yang menjabat sebagai Hakim dan Humas

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/RIZWAN
Jenazah Jamaluddin, hakim PN Medan yang diduga korban pembunuhan ketika dibawa untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019) sore. 

MEDAN - Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin yang menjabat sebagai Hakim dan  Humas di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Saat ini polisi sudah mengarah kepada pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat dari Humas PN Medan tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin. Namun saat ditanya apakah pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pelaku yang mengarah pada orang dekat korban? Eko menjawab bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

"Sudah mengarah ke sana, orang dekat korban. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan intensif," kata Eko, Selasa (3/12/2019).

Eko mengatakan, tidak mau buru-buru mengungkap identitas yang mengarah ke terduga pelaku. Hal itu karena masih penyelidikan. Dijelaskan, berdasarkan hasil otopsi, petugas menemukan adanya bekas jeratan di leher korban. Namun demikian, pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti-bukti baru.

Eko berjanji bahwa pihaknya akan berusaha secepat mungkin mengungkapkan kasus kematian Jamaluddin. Kepolisian mengharapkan dukungan semua lapisan masyarakat Kota Medan yang merasa simpati dengan korban Jamaluddin. "Kita menginginkan kasus dugaan pembunuhan itu tuntas dilakukan oleh tim penyelidikan Satuan Reskrim Polrestabes Medan," jelas Eko.

18 Saksi

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 18 saksi, termasuk di antaranya Ketua PN Medan dan asisten pribadi Hakim Jamaluddin. Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan penyidik telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 18 saksi.

"Sudah 18 saksi diperika penyidik Polda Sumut. Mereka yang dimintai keterangan merupakan kerabat dan keluarga. Mohon doanya agar misteri kematian Hakim PN Medan tersebut secepatnya terungkap," katanya.

Terpisah, Humas PN Medan, Erintuah, mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan Pengadilan Negeri telah diperiksa Polda Sumut untuk dimintai keterangan. "Yang diperiksa, Kepala PN Medan, humas, panitera, kaur umum, staff panitera dan dua hakim," katanya.

Aspri Diperiksa

Asisten Pribadi Hakim Jamaluddin, Cut Rafika Lestari, Selasa kemarin menampakkan diri di ruangan Humas Pengadilan Negeri Medan. Ruangan tersebut merupakan ruangan kerja yang biasa digunakan jamal bekerja menerima awak media dan tamu yang berkunjung.

Cut Rafika menampakkan diri sekitar pukul 11.33 WIB Cut. Ia bersama Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno, Wakil Ketua PN Medan Abdul Azis, dan Sekretaris PN Medan, Leliana sari Harahap. Ia tampak menunjukkan berkas-berkas sidang yang selama ini ditangani Hakim Jamaluddin sebelum tewas kepada ketiga orang tersebut.

Cut yang mengenakan jilbab hitam baju pink ini terlihat mondar-mandir memperlihatkan berkas demi berkas kepada Kepala PN Medan. Terlihat percakapan di dalam ruangan, namun karena awak media tak diizinkan masuk, tidak diketahui pasti apa yang diperbincangkan.

Pihak keamanan PN Medan membenarkan bahwa aktivitas yang ada di ruangan untuk menunjukkan berkas-berkas. "Di dalam ada Ketua PN, wakil dan Sekretaris. Ia itu nunjukin berkas pak Jamal," cetusnya.

Sebelumnya, ketika memasuki Pengadilan, Cut tak ingin berkomentar terkait pemeriksaannya di Polda Sumut. "Aduh bang, langsung aja ke humas bang keterangannya," cetusnya sambil berjalan cepat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved