Lagi! Seekor Paus Jantan Mati Akibat Menelan 100 Kilogram Sampah di Pantai Skotlandia
Seekor paus ditemukan mati dalam kondisi memprihatinkan di pantai Skotlandia. Pasalnya, sampah seberat 100 kilogram memenuhi isi perutnya.
Puing-puing itu diyakini berasal dari tanah dan industri perikanan.
Penjaga pantai dan pekerja dari Western Isles Council membantu pemeriksaan paus itu dan penguburannya.
Berdasarkan data SMASS, laporan tentang pelepasan paus dan lumba-lumba di Skotlandia terus meningkat.
Dari 204 laporan pada tahun 2009, naik menjadi lebih dari 930 pada 2018.
Sementara itu, Melvin Nicholson, seorang fotografer yang sedang mengunjungi pantai, mengatakan, ia melihat paus muda malang itu tidak lama setelah terdampar.
"Saya berada di sana pada hari Kamis dengan penjaga pantai ketika melihat makhluk malang itu meninggal".
"Sayang sekali melihat paus yang begitu indah harus menyerah dengan cara ini" kata Melvin, seperti dikutip dari Telegraph.
Kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya, dimana seekor paus di Filipina mati setelah menelan 40 kg sampah plastik.
Paus tersebut mengalami kejut lambung karena menelan banyak plastik yang jelas tak dapat dicerna sistem pencernaannya. Paus paruh angsa jantan itu terdampar di pantai Filipina pada Sabtu (16/3/2019).
Setelah dilakukan otopsi, ditemukan 40 kg sampah plastik di perutnya, terdiri dari 16 karung beras, beberapa tas belanja dan sampah plastik yang biasa digunakan untuk perkebunan pisang.
Temuan ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari beberapa pihak.
"Itu menjijikkan," ungkap ahli biologi kelautan dan sukarelawan dari Museum Kolektor D’Bone di Kota Davao, di pulau Mindanao, Filipina, TribunJogja.com melansir dari The Guardian.
"Tindakan harus diambil oleh pemerintah terhadap mereka yang terus memperlakukan saluran air dan laut sebagai tempat sampah," tambah mereka dalam sebuah pernyataan.
Penggunaan plastik di negara-negara Asia Tenggara paling tinggi dibanding kumpulan negara-negara di tempat lain.
Sebuah laporan 2017 oleh Ocean Conservancy menyatakan bahwa China, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam telah membuang lebih banyak plastik ke laut daripada gabungan negara lain di seluruh dunia.