Breaking News:

Berita Bener Meriah

Akibat Penggiringan Gajah Liar, Akses Jalan Bireuen-Takengon Dialihkan Sementara

penggiringan kawanan gajah liar oleh Tim 8 bersama puluhan masyarakat dan anggota Polsek Pitur Rime Gayo dibantu anggota Babinsa setempat

Foto Dok Polsek Pintu Rime Gayo
Anggota Polsek Pintu Rime Gayo menutup sementara akses Jalan dari arah Bireuen-Takengon, karena ada penggiringan kawanan gajah liar, Sabtu (7/12/2019). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Akses Jalan dari Bireuen menuju ke Aceh Tengah tepatnya di kawasan Kampung Simpang Lancang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dialihkan sementara karena ada penggiringan kawanan gajah liar di kawasan itu.

Para pengendara dari arah Bireuen dialihkan ke jalan dari Dusun Werlah Kampung Alur Cincin hingga ke Kampung Simpang Lancang dan sebaliknya.  

Para pengendara dari arah Aceh Tengah bisa mengakses jalan kampung Simpang Lancang ke Kampung Dusun Werlah, Kampung Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Cegah Ibu-ibu Kecelakaan Lalulintas, Ini Langkah Satlantas Polres Bireuen

Pengalihan akses jalan nasional itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kerena kawanan gajah liar masih dalam penggiringan menuju ke pintu keluar.

Sekarang ini sedang berlangsung penggiringan kawanan gajah liar oleh Tim 8 bersama puluhan masyarakat dan anggota Polsek Pitur Rime Gayo dibantu anggota Babinsa setempat.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Abu Sajarah saat dihubungi Serambinews.com, Sabtu (7/12/2019) sore, membenarkan saat ini ada penggiringan kawanan gajah liar, sehingga jalan dari Bireuen-Takengon dan sebaliknya dialihkan sementara.

“Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, anggota kami telah melakukan pengalihan akses jalan sementara dari arah Bireuen-Takengon dan sebaliknya,” ujar Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Abu Sajarah.

Pernah Hidup Sebagai Sopir Angkot, Prajogo Pangestu Kini Jadi Orang Terkaya Ketiga di Indonesia

Anggotanya juga sudah dikerahkan ke Kampung Alur Cincin untuk mengawal masyarakat yang sudah berbondong-bondang datang untuk melihat penggiringan gajah tersebut.

“Kalau masyarakat ramai-ramai menyaksikan proses penggiringan kawanan gajah itu, takutnya hewan dilindungi tersebut akan kembali lagi ke arah tim penggiring, dan menyerang tim penggiring di lapangan, ini yang kita takutkan,” sebut Ipda Abu Sajarah.

Halaman
12
Penulis: Budi Fatria
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved