Pesantren Terbakar

Pesantren Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan Terbakar, 40 Kamar Santri Hangus

Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Darussalam Labuhanhaji, Aceh Selatan, Senin (9/12/2019).

Penulis: Taufik Zass | Editor: Safriadi Syahbuddin
DOK BPBD ACEH SELATAN
Sebanyak 40 unit rangkang putra dengan jumlah 80 kamar di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Gampong Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (9/12/2019) sekira pukul 02.12 WIB terbakar. 

Pesantren Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan Terbakar, 40 Kamar Santri Hangus

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Darussalam Labuhanhaji, Aceh Selatan, Senin (9/12/2019).

Kebakaran Pesantren Darussalam Labuhanhaji itu terjadi sekitar pukul 02.12 WIB.

Pondok Pesantren Darussalam Labuhanhaji terletak di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan.

Informasi diperoleh Serambinews.com, api membakar 40 unit rangkang putra dari total 80 kamar.

Akibatnya sebanyak 160 santri terpaksa diungsikan.

Informasi ini dirilis Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan.

Disebutkan, awalnya Pos Damkar 03 Labuhanhaji menerima laporan kebakaran tersebut dari angota Polsek Labuhanhaji.

VIDEO - DETIK-DETIK Kebakaran Pondok Tempat Tinggal Santri Dayah Tanah Merah Aceh Singkil

Kebakaran, Bencana Lain, Termasuk Gangguan Binatang Buas di Aceh Besar, Segera Hubungi Nomor Ini

Warga Selamatkan Ribuan Kitab dari Amukan Api, Saat Kebakaran di Keude Samalanga

Setelah menerima informasi tersebut personil BPBD langsung bergerak ke lokasi.

BPBD melakukan pemadaman dan dibantu oleh Pos Damkar 01 Tapaktuan, Pos 02 Meukek dan Petugas Damkar Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya.

"Api dipadamkan sekira pukul 02.50 WIB, tidak ada korban jiwa," kata Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma.

Sebelumnya, kebakaran juga melanda pesantren ini pada Kamis (23/6/2016) sekira pukul 22.30 WIB.

DIperkirakan rangkang/pondok yang terbakar antara 100-150.

Pimpinan pesantren tersebut mengatakan, saat itu santri sedang libur Ramadhan.

Namun ada ribuan masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan suluk dan memanfaatkan rangkang santri.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved