Banjir di Aceh Singkil
Sudah Empat Hari Singkil Terendam, Apa Kabar Mega Proyek Tanggul Penahan Banjir?
Membangunan tanggul raksasa yang dimulai sejak 2016 lalu dengan anggaran Rp 726 miliar, hingga kini tak kunjung tuntas.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Banjir merendam Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, sudah memasuki hari empat.
Selama itu, korban banjir hidup dalam genangan air. Agar tetap bisa bertahan dalam rumah, warga membangun dipan kayu sebagai tempat tidur, memasak dan menaruh perabotan.
Saat dirundung banjir berhari-hari, desakan mencari solusi permanen mengatasi banjir disuarakan.
Salah-satunya pembangunan tanggul raksasa yang dimulai sejak 2016 lalu. Namun tak kunjung tuntas.
Sebagaimana diketahui, untuk mengatasi persoalan banjir Singkil, pemerintah meluncurkan program pembangunan tanggul pengaman banjir sepanjang 26,5 kilometer (Km).
Anggarannya Rp 726 miliar nyaris sama dengan setahun APBK Aceh Singkil.
Tanggul itu dibangun mulai dari Desa Tanah Merah, di Kecamatan Gunung Meriah sampai dengan Kilangan, di Kecamatan Singkil.
Berdasarkan pantauan Serambinews.com, Senin (9/12/2019), proyek ini memang sudah dikerjakan. Namun progresnya minim.
Tanggul berupa tanah itu dibangun mulai dari Desa Tanah Merah. Bagian atas tanggul tersebut kini telah ditumbuhi rumput. Sementara di bagian bawahnya dipasang dinding semen.
Dari 26,5 Km yang harus dibangun, selama empat tahun berjalan, ternyata baru dikerjakan sekitar 1,5 Km.
"Memang harus diakui ketika banjir, baru teringat pada proyek ini. Sepengetahuan saya, panjang tanggul yang sudah selesai sekitar 1,5 Km," kata Muzni Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Singkil.
Memang setiap tahun, pembangunan tanggul yang dibiayai APBN tersebut dikerjakan. Hanya saja dana yang dikucurkan sangat minim jika dibandingkan dengan pagu anggaran secara keseluruhan.
"Tahun ini dianggarkan Rp 10 miliar. Tahun depan informasinya Rp 15 miliar," jelas Muzni.
Informasi lain menyebutkan, anggaran pembangunan tanggul minim sebab terkendala pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemkab setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tan99ul.jpg)