Berita Bener Meriah

Dinas Kesehatan Bener Meriah Musnahkan Obat Kadaluarsa

Dinas Kesehatan Bener Meriah memusnahkan sebanyak 757 kilogram obat yang sudah kadaluarsa serta obat yang dilarang edar oleh Kementerian Kesehatan...

Dinas Kesehatan Bener Meriah Musnahkan Obat Kadaluarsa
For Serambinews.com
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi didampingi Sekda, Drs Haili Yoga MSi, dan Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi ikut mengangkat obat kadaluarsa ke dalam mobil truk yang akan dikirim ke perusaan jasa pengolahan limbah berbahaya di Jakarta untuk dimusnahkan, Selasa (10/12/2019). 

Dinkes Bener Meriah Musnahkan Obat Kadaluarsa 

 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Dinas Kesehatan Bener Meriah memusnahkan sebanyak 757 kilogram obat yang sudah kadaluarsa serta obat yang dilarang edar oleh Kementerian Kesehatan RI, Selasa (10/12/2019). 

Ratusan kilogram obat kadaluarsa itu dikirim ke Wastec Inernational (Perusaan jasa pengolahan limbah berbahaya) di Jakarta untuk dimusnahkan.

Pantauan Serambinews.com, Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi didampingi Sekda, Drs Haili Yoga MSi, dan Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi Smk MKes serta Kabag Humas, Wahidi SPd MSi ikut mengangkat bungkusan obat kadaluarsa yang akan dikirim ke Jakarta menggunakan mobil truk.

Pengangkutan obat kadaluarsa itu, berlangsung di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Bener Meriah.

Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Iswahyudi mengatakan, hari ini pihaknya mengirimkan obat kadaluarsa dan beberpa obat lainnya yang sudah dilarang edar untuk dimusnahkan oleh pihak ke tiga di Jakarta.

Obat kadaluarsa itu kita kirim ke Wastec Inernational di Jakarta untuk dimusnahkan," ujar Iswahyudi.

Lanjut Iswahyudi, obat kadaluarsa yang tersisa ada sekitar 2 ton lagi yang harus dimusnahkan, namun  Pemerintah Kabupaten Bener Meriah keterbatasan anggaran, namun akan diupayakan pemusanahan tahun depan dengan cara mengirim kembali ke Jakarta.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi mengatakan, obat yang sudah kadaluarsa ini akan terus dilakukan penusnahan. Ia mengharapkan pihak petugas farmasi terus memantau terhadap obat-obatan yang sudah kadaluarsa.

 “Obat-obat yang disalurkan ke Puskesmas harus diteliti betul-betul karena ini menyangkut nyawa manusia,” kata Abuya Sarkawi.

 "Periksa dengan teliti obat-obatan tersebut jangan sempat terjadi kesalahan dalam pemeriksaan tanggal kadaluarsa oleh petugas kesehatan," harap Abuya Sarakwi.(*)

Kasus Temuan Mayat Wanita di Rawa Tambak Langsa Lama, Polisi tidak Mau Berspekulasi

DPRK Berdalih Anggaran Pengerukan Alur Pelayaran Anak Laut Singkil Utara untuk Bayar Hutang

Pemerintah Aceh Terima Anugerah dari Kementan RI Terkait Berhasil Replanting Sawit

 

Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved