Senin, 8 Juni 2026

Berita Luar Negeri

Korea Utara Ancam AS, Bakal Beri Hadiah Natal, Ini Peringatan Amerika Serikat

AS memberikan peringatan setelah Korea Utara (Korut) berjanji bakal memberikan "hadiah Natal" tak menyenangkan

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi

SERAMBINEWS.COM - AS memberikan peringatan setelah Korea Utara (Korut) berjanji bakal memberikan "hadiah Natal" tak menyenangkan.

Pernyataan "hadiah Natal" itu terjadi setelah diyakini, Korut frustrasi dengan tidak dicabutnya sanksi yang mereka terima.

Korea Utara pun mengucapkan ancaman itu seraya mendesak AS menawarkan konsesi baru paling lambat pada akhir tahun ini.

Di Dewan Keamanan PBB, Duta Besar AS Kelly Craft menuturkan, di khawatir Pyongyang bakal menguji coba rudal balistik antar-benua.

Korea Utara Uji Coba Senjata Terbaru, Kim Jong Un Tersenyum Sambil Tepuk Tangan

Dilansir AFP Rabu (11/12/2019), senjata itu diduga bisa menghantam daratan utama AS sambil membawa hulu ledak nuklir.

"Uji coba rudal dan nuklir tak akan membawa keamanan bagi Republik Demokratik Rakyat Korea," ujar Craft, merujuk kepada nama resmi Korut.

Craft yakin, Pyongyang bisa meninggalkan segala kebijakan yang bersikap bermusuhan dan kemudian bekerja sama dengan Barat.

Korea Utara Rilis Foto Kim Jong Un dan Istri Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat

Tetapi, Craft menyiratkan adanya sanksi kepada Korut jika meneruskan ancamanya.

"Kami, di Dewan Keamanan PBB, harus segera bertindak," katanya.

Dia menuturkan, berbagai uji coba jarak pendek yang dilakukan Korut sebelumnya dianggapnya "sangat tidak produktif".

Craft menampik bakal memenuhi ultimatum Korut.

"Biar saya tegaskan. AS dan Dewan Keamanan berpatokan pada tujuan, bukan tenggat waktu," ujarnya.

Dia menekankan Washington bertujuan untuk mencapai tujuan mereka, melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Libya, Erdogan: Jika Ada Undangan dari Rakyat dan Pemerintah

"Kami sudah bersiap untuk fleksibel dalam mempertimbangkan seperti apa pendekatan yang akan kami pakai," beber Craft.

Sejak pertemuan perdananya di Singapura Juni 2018, Presiden Donald Trump membanggakan relasinya dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Trump, yang memilih menghindari perang dengan Korut, sempat mengatakan dia bakal "terkejut" jika Pyongyang menunjukkan sikap bermusuhan.

Negara komunis itu sudah menunjukkan gelagat gusar sejak pertemuan kedua Trump dan Kim di Hanoi, Februari lalu, gagal.

Kedua perwakilan negara sempat bertemu di Stockholm Oktober untuk memulai pembicaraan level tinggi.

Petugas Pemadam Aceh Besar Tangkap Ular Kobra di Kamar Mandi Warga Lhoong

Namun Korut mengecam karena dianggap AS tak menawarkan apa pun.

Sinyal Craft untuk untuk memberikan sanksi nampaknya mendapat sikap kontra dari perwakilan China serta Rusia.

"Dewan Keamanan harus meninjau kembali sanksi untuk meringankan penderitaan rakyat Korut, dan menciptakan lingkungan untuk dialog," kata Duta Besar Zhang Jun.

Sementara Dubes Rusia Vassily Nebenzia mengecam AS yang masih memaksakan negosiasi, tapi tak menawarkan konsesi.

"Anda tentu tidak bisa mencapai sebuah kesepakatan jika Anda tidak menawarkan sebuah kesepakatan," kritik Nebenzia.

BWF World Tour Finals 2019 - Jonatan Christie Ditaklukkan Wakil Taiwan Wang Tzu Wei

Jepang dan Korea Selatan mendukung Washington, dengan menyerukan supaya Korea Utara mematuhi Dewan Keamanan PBB.

Begitu juga dengan Perancis dan Inggris yang mempunyai hak veto di DK PBB.

Mereka meminta Korut menerima tawaran AS.

"Belum terlambat. Kalian bisa mencegah situasinya berubah menjadi lebih buruk," kata Duta Besar Inggris Karen Pierce.

Dalam Sebulan Ini, Sudah Empat Kali Nelayan di Lhoong Dapat Hasil Tangkapan Melimpah

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12. (KCNA/Reuters/Independent)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved