Berita Luar Negeri

Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Libya, Erdogan: Jika Ada Undangan dari Rakyat dan Pemerintah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, dia bisa mengerahkan pasukan jika diundang oleh pemerintah Libya

Editor: Muhammad Hadi
ANADOLU AGENCY/MEHMET AKIF PARLAK
Kendaraan lapis baja Angkatan Bersenjata Turki membawa pasukan menuju perbatasan Suriah di Sanliurfa Turki. Pasukan Turki bersama dengan Tentara Nasional Suriah memulai Operasi Peace Spring di Suriah utara melawan PKK/YPG, teroris Daesh, di seluruh distrik Akcapinar dari Sanliurfa, Turki, Rabu 9 Oktober 2019. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, dia bisa mengerahkan pasukan jika diundang oleh pemerintah Libya.

Pada 27 November, Ankara menandatangani perjanjian untuk memperkuat militer dari pemerintahan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang didukung internasional.

Saat ini, pemerintahan Sarraj di Tripoli tengah digempur oleh tentara yang loyal kepada penguasa Libya timur, Khalifa Haftar.

Dilansir Bloomberg Selasa (10/12/2019), loyalis Haftar sudah mengancam bakal memasuki Tripoli pada akhir tahun nanti.

Pertempuran di Libya Sudah Tewaskan 21 Orang, AS Desak Pasukan Haftar Hentikan Serangan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN) (AFP/ADEM ALTAN)

"Kami bisa saja menempatkan pasukan Turki jika mendapat undangan dari rakyat maupun pemerintah Libya," terang Erdogan.

Dia menjelaskan, pengerahan militer itu tidak akan melanggar embargo dari PBB karena mereka datang berdasarkan undangan.

Presiden berusia 65 tahun itu berargumen, permintaan bantuan dari negara lain tentu tidak bisa diinterpretasikan.

"Turki tentu akan memutuskan jenis bantuan apa yang bisa diberikan jika mendapat undangan seperti itu," katanya dalam wawancara dengan TRT.

Rudal AS dan Peluru Artileri China Ditemukan di Libya, Digunakan Tentara yang Ingin Rebut Tripoli

Erdogan melanjutkan, dia berencana mendiskusikan masalah Libya bersama Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini.

Apalagi, terdapat isu bahwa ada sekitar 1.000 tentara bayaran dari Rusia untuk membantu kelompok Haftar dalam perang saudara itu.

Tentara bayaran itu berada di bawah bendera Wagner Group, dan dimiliki Yevgeny Progozhin yang disebut punya relasi dengan Putin.

Moskwa membantahnya.

Gunakan Jet Tempur F-16, Turki Uji Coba Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia, Amerika Serikat Khawatir

Namun Tentara Nasional Libya (LNA) mengaku ada "sekelompok kecil" orang Rusia yang membantu mengembangkan senjata mereka.

Erdogan menuturkan, dia tidak ingin Libya bisa berakhir seperti Suriah yang tenggelam dalam perang sipil sejak 2011.

"Saya yakin Rusia juga mempunyai sikap atas Haftar. Dia adalah penjahat. Ilegal jika memberikan dukungan baginya," tegasnya.

Konvoi Militer Turki Dalam Jumlah Besar Menuju ke Perbatasan Suriah, Siap Menyerang, Trump Tertekan

Jenderal Khalifa Haftar. Komandan yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di Tobruk.
Jenderal Khalifa Haftar. Komandan yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di Tobruk. ((AFP/Abdullah Doma))

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved