Berita Bireuen

Jalan Antarkecamatan di Peudada Rusak Berat, Sudah Belasan Tahun belum Diperbaiki

Jalan itu rusak sejak beberapa tahun lalu dan hingga kini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Bahkan kondisinya kini semakin parah.

Jalan Antarkecamatan di Peudada Rusak Berat, Sudah Belasan Tahun belum Diperbaiki
Serambinews.com
Jalan menuju ke Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Bireuen, rusak berat. Foto direkam Jumat (13/12/2019). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ruas jalan yang melintasi empat desa di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, rusak berat.

Pantauan Serambinews.com, Jumat (13/12/2019), kerusakan ruas jalan di Kecamatan Peudada itu mulai Desa Gampong Baroe, Kukue, Matang Pasie dan Desa Calok.

Sepanjang ruas jalan di empat desa tersebut, sangat sulit dilintasi sepeda motor dan mobil.

Pasalnya, di ruas jalan yang mencapai 3 kilometer lebih itu, bertabur lubang dan terdapat bebatuan cadas.

Hampir sepanjang jalan itu, aspalnya sudah terkelupas dimakan usia. 

Menurut beberapa warga setempat, jalan desa tersebut dibangun belasan tahun lalu dan sudah rusak sejak beberapa tahun lalu.

Namun hingga kini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Bahkan kondisinya kini semakin parah. 

Hampir setiap hari warga yang melintas terperosok dalam lubang dan sering terjadi kecelakaan.

"Sudah seharusnya pemerintah memperbaiki ruas jalan Peudada bagian utara, karena jalan ini tembus ke Kecamatan Jeumpa dan lintas nasional Medan-Banda Aceh," kata M Husen, warga Gampong Baroe.

Menurutnya, kondisi jalan mulai dari desanya hingga ke Desa Calok, sudah rusak belasan tahun lalu, namun belum pernah diperbaiki.

"Jalan yang melintasi empat desa ini, bisa dikatakan sebagai jalan lintasantar kecamatan yaitu Kecamatan Jeumpa dan Peudada," sebut M Husen.

Warga di empat desa tersebut, sangat mengharapkan pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan di sepanjang desa mereka, agar aktivitas masyarakat yang mayoritas petani sawah dan petani tambak dan anak-anak sekolah lancar. 

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli. Ruas Jalan ke desa pedalaman itu juga rusak berat. 

Di desa tersebut kondisinya cukup parah saat musim hujan. "Jika turun hujan jalan licin dan berlumpur, petani sulit angkut hasil panen," kata Samsuddin, Keuchik Pante Peusangan.(*)

Diduga Menghina Nabi, FPI Lhokseumawe Minta Sukmawati dan Gus Muwafiq Dipenjara

Pendaftaran Fun Bike dan Fun Walk HUT Aceh Selatan Mulai Dibuka, Ini Lokasi Pendaftarannya

Potret Model yang Tengah Pamer Dada di Objek Wisata, Nasib Miris Menimpa Fotografer

Muhammad Furqan, Putra Prof Muslim Ibrahim Pimpin Shalat Jenazah

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved