Ribuan Orang Antar Jenazah Prof Muslim
Kepergian Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, menghadap Sang Khalik
BANDA ACEH - Kepergian Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, menghadap Sang Khalik, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga besar almarhum serta MPU dan masyarakat Aceh. Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Prof Muslim, ribuan orang dari berbagai elemen seperti pejabat, ulama, dan masyarakat umum turut menshalatkan jenazah Prof Muslim di rumahnya dan masjid serta mengantar almarhum hingga ke liang lahat.
Prof Muslim dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (13/12/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Untuk diketahui, guru besar UIN Ar-Raniry ini meninggal dunia pada usia 71 tahun di kediamannya, Gampong Limpok, Kamis (12/12/2019) sore. Almarhum meninggalkan seorang istri, Risqina Fajriah, serta tiga anak (satu laki-laki bernama Muhammad Furqan serta dua perempuan yaitu Rania Rayyan dan Naila Tuqia).
Amatan Serambi, kemarin, ribuan orang mulai dari para pejabat Aceh, ulama, dosen, hingga masyarakat umum melayat ke rumah almarhum. Sementara Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, tidak bisa hadir karena sedang bertugas di Sumatera Utara. Tampak juga Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Bupati/Wakil Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali/Tgk Husaini A Wahab, Rektor UIN Ar Raniry, Prof Warul Walidin, dan sejumlah pejabat lainnya.
Sebelum pemakaman berlangsung, palayat secara bergantian melaksanakan shalat jenazah di rumah almarhum hingga enam gelombang. Kemudian, jenazah Prof Muslim juga dishalatkan di Masjid Nurul Huda, Gampong Limpok.
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang ditemui Serambi di rumah almarhum, mengatakan, Prof Muslim berpulang di hari baik. Sebelum meninggal dunia, Prof Muslim Ibrahim selaku Ketua MPU Aceh sudah menyelesaikan semua program kerja MPU Aceh tahun 2019 dengan baik.
"Beliau meninggal dalam keadaan baik yang ditandai dengan tidak ada lagi sedikitpun tanggung jawab yang Allah berikan dari masyarakat untuk beliau. Semua tugas itu sudah disampaikan dengan baik dan terakhir kemarin (Kamis-red)," kata Tgk Faisal. Program terakhir MPU Aceh tahun ini, sebut Tgk Faisal, adalah penyerahan sertifikat halal kepada 23 pelaku usaha dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MPU Aceh yang berlangsung di Aula MPU Aceh, Kamis (12/12/2019) pagi atau sebelum Prof Muslim meninggal pada sorenya.
Tgk Faisal menceritakan, ada satu permintaan Prof Muslim kepadanya pada saat ia tidak berkantor karena sedang sakit-sakitan. Selama sakit, menurutnya, Prof Muslim pernah meminta agar gajinya sebagai Ketua MPU Aceh jangan dibayar karena ia merasa tidak berhak menerima lantaran tidak berdinas.
"Kami katakan tidak boleh, karena kami katakan tugas Abu sudah kami lakukan maka Abu berhak menerima itu dan halal Abu terima walaupun Abu tidak masuk kantor selama sakit. Itu luar biasa, beliau merasa tidak melakukan maka beliau menganggap itu bukan haknya," kata Tgk Faisal.
Selain di Gampong Limpok, seribuan jamaah di Masjid Agung Islamic Center, Lhokseumawe juga melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum. Informasi lain yang diterima Serambi, shalat ghaib juga dilaksanakan pada semua masjid Agung di seluruh Aceh. "Imam shalat gaib adalah Tgk Abdussalam, Imumsyik Masjid AURI Alue Awe, Lhokseumawe," kata Wakil Ketua Pengurus Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Tgk Muslim Yusuf, saat mengumumkan kepada jamaah.
Untuk diketahui, ulama kharismatik kelahiran Cot Usi (Aceh Utara), yang juga pengasuh rubrik Konsultasi Agama Islam (KAI) sejak awal Serambi terbit selama ini mengalami penyakit kencing manis (diabetes) dan asam lambung.
"Yang sudah lama sekali beliau alami adalah kecing manis yaitu sekitar 15 tahun. Tapi, terakhir ini yang sangat parah adalah penyakit asam lambung. Asam lambungnya juga sudah lama, tapi kambuh kembali pada awal bulan Agustus 2019. Sejak saat itu, Abu sudah nggak aktif lagi di MPU karena sakit," jelas Tgk Faisal.
Warga Limpok Berkabung
Sejak mendapat informasi Prof Muslim berpulang, suasana duka menyelimuti Gampong Limpok. Keuchik Gampong Limpok, Cut Adi, tidak bisa membendung kesedihannya. Dengan deraian air mata, Cut Adi mengungkapkan masyarakat gampong tersebut sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Prof Muslim.
Menurut Cut Adi, Prof Muslim sudah sekitar sepuluh tahun menjadi warga Limpok. Semasa hidupnya, kata Keuchik, almarhum tidak mau menerima jabatan apapun di desa yang diberikan oleh masyarakat. Tapi, Prof Muslim selalu hadir dalam setiap kegiatan gampong dan selalu memberi pencerahan.
"Selama beliau tinggal di sini, banyak sekali keuntungan bagi gampong, terutama dalam bidang agama. Masyarakat juga dekat dengan beliau, makanya kami sedih sekali ketika beliau meninggal. Beliau sangat baik orangnya," kata Cut Adi dengan air mata yang terus mengalir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-mengangkat-jenazah-ketua-mpu-aceh-prof-dr-tgk-h-muslim-ibrahim-ma.jpg)